KLIKINAJA – Krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang mendapat perhatian dari dunia usaha. PT Tren Gen Horizon menyalurkan bantuan satu tangki air bersih kepada masyarakat terdampak melalui PPALC-YAI Sungai Penuh Kerinci, sebagai upaya meringankan beban warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air harian.
Kekeringan Panjang Picu Krisis Air Bersih
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah desa di Aceh Tamiang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Kondisi cuaca kering yang berkepanjangan menyebabkan sumber air warga menurun drastis, bahkan sebagian sumur warga di laporkan tidak lagi menghasilkan air.
Situasi ini berdampak langsung pada aktivitas rumah tangga masyarakat. Warga terpaksa membatasi penggunaan air untuk mandi, mencuci, hingga memasak, sementara sebagian lainnya harus mengambil air dari lokasi yang cukup jauh.
Menanggapi kondisi tersebut, PT Tren Gen Horizon mengambil langkah cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih. Perusahaan memilih bekerja sama dengan PPALC-YAI Sungai Penuh Kerinci agar distribusi bantuan dapat di lakukan secara terkoordinasi dan tepat sasaran.
Melalui kerja sama ini, satu unit tangki air bersih di distribusikan ke desa-desa yang di nilai paling membutuhkan. Relawan PPALC-YAI turun langsung ke lapangan, berkoordinasi dengan perangkat desa dan masyarakat setempat.
Komitmen Perusahaan terhadap Kepedulian Sosial
Direktur PT Tren Gen Horizon, Mardizal, S.Sos, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana alam. Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus segera di penuhi.
Ia berharap bantuan ini dapat membantu warga bertahan di tengah kondisi sulit. Selain itu, perusahaan ingin menumbuhkan semangat gotong royong antara dunia usaha dan masyarakat dalam menghadapi persoalan bersama.
Distribusi Air Dipastikan Tepat Sasaran
PPALC-YAI Sungai Penuh Kerinci memastikan proses penyaluran air bersih berjalan lancar. Tim relawan memetakan wilayah yang mengalami dampak paling parah agar bantuan tidak menumpuk di satu titik saja.
Distribusi di lakukan secara bertahap dengan melibatkan warga setempat. Cara ini di nilai efektif untuk memastikan air bersih benar-benar di manfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Kehadiran bantuan air bersih di sambut antusias oleh warga Aceh Tamiang. Sejumlah masyarakat mengaku sangat terbantu, mengingat kesulitan memperoleh air bersih sudah di rasakan cukup lama.
Air dari tangki bantuan tersebut langsung di manfaatkan untuk keperluan rumah tangga, seperti memasak, mencuci, dan kebutuhan sanitasi. Warga berharap bantuan serupa dapat terus berlanjut selama musim kering masih berlangsung.
Pihak PPALC-YAI Sungai Penuh Kerinci menilai kolaborasi dengan perusahaan swasta memiliki peran strategis dalam penanganan dampak bencana. Dukungan dunia usaha di nilai mampu mempercepat penyaluran bantuan ke wilayah yang sulit di jangkau.
Ke depan, PPALC-YAI berharap kerja sama semacam ini dapat terus di kembangkan, tidak hanya untuk penanganan kekeringan, tetapi juga bencana lain yang kerap melanda daerah-daerah rawan.(Tim)









