BPS Muaro Jambi: Tekanan Biaya Hidup Dorong Kenaikan Kemiskinan 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Muaro Jambi melaporkan adanya peningkatan jumlah penduduk miskin pada tahun 2025. Kondisi ini terjadi setelah sebelumnya angka kemiskinan sempat mengalami penurunan pada 2024.

Kepala BPS Muaro Jambi, Edy Subagiyo, mengungkapkan bahwa pada 2025 jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 21,05 ribu jiwa atau setara 4,32 persen dari total penduduk.

Angka tersebut meningkat di bandingkan tahun 2024 yang berada di level 17,48 ribu jiwa atau 3,65 persen. Sementara itu, pada 2023 jumlah penduduk miskin tercatat 20,83 ribu jiwa atau 4,43 persen.

Menurut Edy, tren penurunan kemiskinan yang sempat terjadi pada 2024 tidak berlanjut di tahun berikutnya. Salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi ini adalah meningkatnya tekanan ekonomi masyarakat, terutama akibat naiknya garis kemiskinan.

Baca Juga :  Pengangguran Muaro Jambi 2025 Masih Tinggi, TPT Tembus 5,02 Persen

“Tekanan biaya hidup kembali terasa pada 2025. Kenaikan garis kemiskinan menjadi faktor penting yang perlu di perhatikan,” ujar Edy, Selasa (20/1/2026) kemarin.

BPS mencatat, garis kemiskinan di Kabupaten Muaro Jambi mengalami kenaikan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, garis kemiskinan berada di angka Rp535.244 per kapita per bulan. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp617.948 pada 2024 dan kembali naik menjadi Rp633.575 pada 2025.

Edy menjelaskan, lonjakan garis kemiskinan tersebut di picu oleh meningkatnya harga kebutuhan pokok, terutama komoditas pangan. Ketika biaya minimum untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup meningkat lebih cepat di bandingkan pendapatan masyarakat, risiko jatuh ke dalam kemiskinan pun semakin besar.

Baca Juga :  Kuota Haji Muaro Jambi 2026 Naik, Antrean Bergerak Lebih Cepat

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyebab kenaikan angka kemiskinan pada 2025 masih memerlukan kajian lebih mendalam agar dapat di petakan secara komprehensif.

Di tingkat provinsi, Muaro Jambi masih tergolong sebagai daerah dengan persentase penduduk miskin yang relatif rendah. Kabupaten yang di kenal dengan julukan Bumi Sailun Salimbai ini menempati posisi kedua terendah di Provinsi Jambi, setelah Kota Sungai Penuh yang mencatat persentase kemiskinan paling kecil.

“Dalam pengukuran kemiskinan, kami tidak menilai dari ciri fisik. Fokus utama ada pada pola konsumsi, apakah kebutuhan dasar setiap individu sudah terpenuhi atau belum,” pungkas Edy.(Tim)

Berita Terkait

Sidang Korupsi PJU Kerinci Bongkar Fee 15 Persen Mengalir ke Sekwan DPRD
Pria 45 Tahun di Kerinci Terseret Arus Sungai Pulau Lebar Saat Memancing
Ratusan Kepala SMA-SMK Jambi Jalani Tes Kejiwaan Februari 2026
Debit Danau Kerinci Menyusut, DPRD Panggil PLTA untuk Klarifikasi
Bupati Kerinci Hadiri Rakornas 2026 di Sentul
Keracunan MBG Muaro Jambi, 147 Korban Tercatat Enam Siswa Masih Dirawat
Pemkab Merangin Salurkan 1.700 Paket Perlengkapan Sekolah Gratis
Harga Kelapa Anjlok di Tanjabtim, Cuaca Ekstrem Tekan Panen Petani
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:00 WIB

Sidang Korupsi PJU Kerinci Bongkar Fee 15 Persen Mengalir ke Sekwan DPRD

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:00 WIB

Pria 45 Tahun di Kerinci Terseret Arus Sungai Pulau Lebar Saat Memancing

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:00 WIB

Ratusan Kepala SMA-SMK Jambi Jalani Tes Kejiwaan Februari 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:00 WIB

Debit Danau Kerinci Menyusut, DPRD Panggil PLTA untuk Klarifikasi

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:00 WIB

Bupati Kerinci Hadiri Rakornas 2026 di Sentul

Berita Terbaru