KLIKINAJA – Upaya pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus berlanjut hingga hari ketiga operasi. Tim SAR gabungan kembali menemukan belasan kantong jenazah saat menyisir area yang terdampak material longsoran, Senin (26/1/2026) kemarin.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa hingga Senin malam, petugas berhasil mengevakuasi 13 body pack tambahan dari lokasi kejadian.
“Memasuki hari ketiga operasi pencarian, tim SAR gabungan berhasil menemukan 13 body pack atau kantong jenazah,” ujarnya dalam keterangan resmi.
38 Kantong Jenazah Sudah di Evakuasi
Penemuan tersebut membuat jumlah kantong jenazah yang telah di evakuasi sejak hari pertama meningkat signifikan. Hingga pukul 18.30 WIB, total sebanyak 38 kantong jenazah telah di serahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk di lakukan proses identifikasi secara forensik.
Abdul Muhari menuturkan bahwa kondisi korban yang di temukan tidak semuanya utuh. “Kantong jenazah yang di serahkan ke tim DVI dapat berupa potongan anggota tubuh, sehingga perlu di lakukan pendalaman identifikasi,” katanya.
Saat ini, tim DVI masih bekerja mencocokkan data korban melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem. Proses tersebut di lakukan secara teliti dengan standar ilmiah agar setiap identitas yang di umumkan benar-benar akurat dan tidak menimbulkan kekeliruan bagi keluarga korban.
Di hari ketiga pencarian, operasi di fokuskan pada sektor A1 dan A2. Penentuan lokasi ini berdasarkan pemetaan udara menggunakan drone yang kemudian di padukan dengan informasi dari Kepala Desa Pasirlangu, yang menyebut wilayah tersebut sebelumnya merupakan kawasan permukiman warga.
Operasi Pencarian Belum Di hentikan
Pihak BNPB menegaskan bahwa operasi pencarian belum di hentikan. Tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan penyisiran di sektor A dan sektor B pada hari berikutnya, mengingat masih ada sejumlah korban yang di yakini tertimbun material longsor.
Bencana longsor di kawasan Bandung Barat sendiri di picu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut. Kontur tanah yang labil serta padatnya permukiman di lereng perbukitan memperparah dampak longsoran yang terjadi secara tiba-tiba.
Sejumlah pakar kebencanaan kembali mengingatkan pentingnya pemetaan zona rawan longsor dan penataan ulang kawasan hunian di daerah berisiko tinggi. Tanpa langkah mitigasi serius, potensi bencana serupa akan terus mengancam warga, terutama saat musim hujan dengan intensitas ekstrem seperti saat ini.(Tim)









