KLIKINAJA – Pemerintah Kota di bawah kepemimpinan Walikota, Maulana mempercepat deretan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang di proyeksikan mengubah wajah Kota Jambi dalam beberapa tahun ke depan. Fokus pembangunan menyasar sektor pendidikan, infrastruktur jalan, hingga pengendalian banjir yang selama ini menjadi keluhan warga.
Wako Maulana menyampaikan bahwa langkah agresif ini tidak hanya bertujuan memperbaiki layanan publik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Pemerintah daerah melihat momentum dukungan pusat sebagai peluang besar untuk mempercepat transformasi kota secara menyeluruh.
Sekolah Rakyat Berasrama Siap Dibangun di Bagan Pete
Maulana menyebutkan salah satu proyek unggulan yang segera di realisasikan ialah pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Bagan Pete. Nilai investasinya mencapai sekitar Rp220 miliar dengan daya tampung hingga 1.080 siswa dari keluarga kurang mampu.
Konsep pendidikan berbasis asrama dipilih agar peserta didik mendapat pembinaan akademik sekaligus karakter secara intensif. Seluruh kebutuhan siswa di siapkan negara, mulai dari seragam hingga fasilitas penunjang belajar.
Pemerintah menargetkan sekolah ini menjadi jalan keluar nyata bagi anak-anak dari kelompok ekonomi rentan untuk mengakses pendidikan berkualitas. Dalam jangka panjang, program ini di harapkan mempercepat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia sekaligus menekan angka kemiskinan struktural.
Flyover Paal 10 Dorong Konektivitas dan Investasi
Di sektor transportasi, perhatian besar tertuju pada proyek Flyover Paal 10 yang di targetkan mulai di bangun pada 2027. Proyek ini akan di barengi pelebaran jalan nasional dari dua lajur menjadi empat lajur untuk memperlancar arus kendaraan.
Pemerintah kota menilai flyover ini bukan sekadar solusi kemacetan harian. Infrastruktur tersebut di proyeksikan membuka konektivitas kawasan ekonomi, mempersingkat distribusi logistik, serta meningkatkan daya tarik investasi.
Dalam proyeksi jangka menengah, kelancaran mobilitas ini di yakini mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah secara signifikan. Akses yang lebih baik kerap menjadi pemicu tumbuhnya pusat-pusat usaha baru di sekitar jalur strategis.
Sementara itu, proyek Flyover Simpang Mayang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jambi. Flyover tersebut di rancang menjadi pintu masuk kota yang lebih representatif sekaligus memperlancar arus transportasi antarwilayah.
Kolam Retensi dan Revitalisasi Pasar Dorong Ketahanan Kota
Masalah banjir yang kerap menghantui sejumlah kawasan juga masuk agenda prioritas. Pemerintah pusat memberikan dukungan pembangunan kolam retensi sebagai bagian dari sistem pengendalian air terpadu.
Keberadaan kolam penampung ini di harapkan mampu menahan limpasan air hujan saat curah tinggi, sekaligus mengurangi beban drainase perkotaan. Kota Jambi selama bertahun-tahun menghadapi tantangan tata air akibat pertumbuhan wilayah yang cepat tanpa diimbangi infrastruktur pengendali banjir memadai.
Di sektor ekonomi rakyat, revitalisasi Pasar Rakyat Talang Banjar juga terus di matangkan. Desain kawasan pasar telah di presentasikan ke pemerintah pusat dengan konsep pengembangan sebagai pusat ekonomi baru yang lebih tertata dan modern, tanpa meninggalkan fungsi pasar tradisional sebagai penggerak UMKM.
Seiring proyek besar tersebut, Pemkot tetap menjalankan program Kampung Bahagia yang menyasar 1.583 RT sepanjang 2026. Pendekatan ini memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di proyek raksasa, tetapi juga menyentuh langsung lingkungan warga.









