KLIKINAJA – Aparat kembali menertibkan jalur distribusi pangan di perairan Jambi. Sebuah kapal motor yang membawa lebih dari enam ton beras dan hasil pertanian di amankan karena tidak memiliki dokumen karantina resmi.
Operasi ini di lakukan oleh Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Jambi saat patroli rutin, Kamis malam, 29 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB.
Petugas mencurigai kapal yang masuk ke alur Sungai Nipah Panjang di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Patroli tersebut di perkuat unsur Badan Pemelihara Keamanan Polri untuk mencegah penyelundupan komoditas pangan.
Direktur Polairud Polda Jambi, Dhovan Oktavianton, menyebut kapal yang di hentikan adalah KM Sunarti Indah GT 18.
Muatan di ketahui berasal dari Tanjung Pinang dan akan di bawa ke Nipah Panjang.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan kapal KM Sunarti Indah GT 18 mengangkut beras dan sejumlah komoditas pertanian dari Tanjung Pinang menuju Nipah Panjang tanpa di lengkapi sertifikat karantina sebagaimana di wajibkan undang-undang,” ujarnya.
Di dalam kapal di temukan bawang merah, bawang putih, cabai kering, ikan bilis, kacang hijau, kacang tanah, serta berbagai merek beras.
Total muatan mencapai lebih dari 6.000 kilogram, termasuk beras ketan.
Nahkoda kapal berinisial H.A. (65), warga Nipah Panjang, turut di amankan bersama kapal dan seluruh barang. Barang bukti kini di simpan di gudang Ditpolairud Polda Jambi.
Kasus tersebut di tangani oleh Subdirektorat Penegakan Hukum Ditpolairud Polda Jambi.
Penyidik menjerat pelaku dengan pelanggaran aturan karantina dan keselamatan pelayaran.
Jalur perairan selama ini kerap di manfaatkan untuk mengirim komoditas tanpa pengawasan. Praktik itu berisiko membawa hama penyakit yang mengancam produksi pangan daerah.
Kepala Karantina Provinsi Jambi, Sudiwan, menegaskan kewajiban dokumen resmi untuk setiap pengiriman bahan pangan.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, di temukan pelanggaran ketentuan karantina. Pemeriksaan lanjutan akan terus di lakukan untuk mengantisipasi risiko terhadap kesehatan dan ketahanan pangan,” tutupnya.
Aparat memastikan pengawasan distribusi pangan di perairan Jambi akan terus di perketat.(Tim)









