KLIKINAJA – Upaya memperkuat akses pendidikan terus di gencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Merangin. Tahun ini, pemerintah daerah mengalokasikan sebanyak 1.700 paket bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa tingkat SD dan SMP di Kabupaten Merangin.
Ribuan paket tersebut berisi dua stel seragam, tas sekolah, ikat pinggang, hingga kaos kaki. Sasaran utamanya adalah anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini kerap terkendala biaya saat memasuki tahun ajaran baru.
Bupati Merangin M Syukur bersama Wakil Bupati A Khafidh menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap di prioritaskan meskipun kondisi fiskal daerah sedang menghadapi tekanan.
Syukur menyampaikan, apabila masih di temukan anak yang terpaksa tidak sekolah karena ketiadaan seragam atau perlengkapan dasar, masyarakat di minta segera melapor kepada pemerintah. Menurutnya Pendidikan merupakan bekal jangka panjang yang nilainya jauh melampaui sumber daya alam.
“Kita minta Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin untuk melakukan pendataan lanjutan. Langkah ini bertujuan memastikan tidak ada siswa yang terlewat dari program ini,” kata Bupati, M Syukur.
Peluncuran simbolis bantuan di pusatkan di SMP Negeri 5 Sungai Manau, kawasan Sungai Manau. Ratusan wali murid hadir menyaksikan langsung penyerahan paket pendidikan tersebut.
Di hadapan para orang tua, Syukur juga menyoroti pentingnya perhatian bagi anak-anak dari komunitas terpencil. Ia meminta agar mereka mendapat akses bantuan yang sama serta di pastikan tetap mengenyam bangku sekolah tanpa diskriminasi.
“Latar belakang sosial tidak boleh menjadi penghalang bagi siapa pun untuk mendapatkan pendidikan layak,” sebutnya.
Respons positif datang dari para penerima manfaat. Seorang wali murid mengungkapkan bahwa setiap awal tahun ajaran kerap menjadi masa paling berat bagi keluarga karena harus menyiapkan seragam, sepatu, dan tas sekaligus.
Kini, beban itu terasa jauh berkurang. Ia mengaku bersyukur karena kebutuhan sekolah anaknya sudah terpenuhi melalui program pemerintah.
Program ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Merangin menekan angka putus sekolah, sekaligus memperluas pemerataan pendidikan hingga wilayah pelosok. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar siswa, pemerintah berharap anak-anak dapat lebih fokus belajar tanpa di bayangi persoalan ekonomi keluarga.(Tim)









