KLIKINAJA – Upaya menekan angka kecelakaan dan menciptakan budaya tertib berlalu lintas kembali di gencarkan. Polda Jambi resmi memulai Operasi Keselamatan Siginjai 2026 yang berlangsung selama dua pekan, sejak 2 hingga 15 Februari 2026.
Operasi ini melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan, menyasar titik-titik rawan pelanggaran serta kawasan dengan arus kendaraan padat. Fokus utamanya bukan sekadar penindakan, melainkan membangun kesadaran pengendara agar lebih patuh terhadap aturan jalan.
Direktur Lalu Lintas Polda Jambi, Adi Benny Cahyono, menegaskan bahwa pendekatan persuasif menjadi garis besar dalam operasi tahun ini. Edukasi di lapangan, dialog langsung dengan pengendara, hingga pembagian imbauan keselamatan di kedepankan.
“Meski langkah pencegahan lebih di utamakan, petugas tetap akan bertindak tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan nyawa,” katanya.
Dalam pernyataannya, Adi Benny menyampaikan bahwa upaya preemtif dan preventif berjalan beriringan dengan penegakan hukum demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Pelanggaran yang Menjadi Pemicu Kecelakaan
Sejumlah pelanggaran yang kerap menjadi pemicu kecelakaan pun masuk dalam radar utama. Mulai dari penggunaan knalpot brong, truk yang di modifikasi berlebihan, kendaraan pribadi yang memasang sirine dan strobo ilegal, hingga pelat nomor yang tidak sesuai aturan.
Praktik travel gelap turut di sorot karena di nilai rawan menimbulkan risiko keselamatan. Begitu pula angkutan barang yang membawa penumpang, kendaraan umum yang tidak laik jalan, serta pengendara motor yang mengabaikan helm atau berboncengan lebih dari satu orang.
Tak ketinggalan, parkir sembarangan di kawasan wisata yang kerap memicu kemacetan juga menjadi perhatian khusus selama operasi berlangsung.
Dalam beberapa tahun terakhir, pelanggaran lalu lintas di wilayah Jambi masih di dominasi oleh faktor kelalaian pengendara, mulai dari kelengkapan kendaraan hingga perilaku tidak disiplin di jalan. Kondisi tersebut berbanding lurus dengan tingginya angka kecelakaan, terutama di jalur antar-kabupaten dan kawasan perkotaan.
Melalui Operasi Keselamatan Siginjai 2026, kepolisian berharap masyarakat tidak sekadar takut razia, tetapi benar-benar memahami bahwa aturan di buat untuk melindungi semua pengguna jalan.
Adi Benny kembali mengingatkan bahwa keselamatan bukan semata tugas aparat. Menurutnya, keberhasilan menciptakan lalu lintas yang aman lahir dari kesadaran kolektif. “Kita minta warga memastikan kendaraan dalam kondisi layak dan mematuhi rambu setiap kali bepergian,” tutupnya.
Dengan pengawasan intensif selama dua pekan ke depan, situasi lalu lintas di Jambi di harapkan semakin tertib, arus kendaraan lebih lancar, dan angka kecelakaan bisa di tekan secara signifikan.(Tim)









