KLIKINAJA – Langkah besar di ambil pabrikan otomotif Jepang Daihatsu dengan meresmikan kehadiran mobil listrik pertamanya di segmen city car. Kendaraan ini dikembangkan sebagai solusi mobilitas perkotaan yang ringkas, efisien energi, dan ramah lingkungan, sekaligus menjawab meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan bebas emisi.
Peluncuran tersebut memperlihatkan perubahan arah strategi Daihatsu yang selama ini identik dengan mobil hemat bahan bakar. Kini, mereka mulai menggarap pasar kendaraan listrik terjangkau, menyasar pengguna harian di kota-kota besar yang membutuhkan kendaraan praktis tanpa biaya operasional tinggi.
Desain Urban Modern yang Mengutamakan Kepraktisan
Mobil listrik ini mengusung dimensi kompak khas city car, namun di padukan sentuhan futuristik yang menegaskan identitas kendaraan listrik. Lampu depan LED ramping di pasangkan dengan grille tertutup, sementara garis bodi dibuat sederhana untuk menjaga efisiensi aerodinamika.
Masuk ke dalam kabin, pengemudi di suguhi panel instrumen digital, layar sentuh terintegrasi, serta tata ruang minimalis yang fungsional. Meski berukuran kecil, kabin di rancang cukup nyaman untuk empat penumpang dewasa. Ruang bagasi juga disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas harian, mulai dari belanja hingga perjalanan kerja.
Pendekatan desain ini selaras dengan tren mobil perkotaan modern yang mengutamakan kemudahan parkir, manuver lincah di jalan sempit, dan konsumsi energi rendah.
Performa Listrik untuk Aktivitas Harian Kota
Untu sektor dapur pacu, Daihatsu membekali EV perdananya dengan motor listrik yang di fokuskan pada efisiensi dan respons cepat di kecepatan rendah. Dalam pengujian global, mobil ini di klaim mampu menempuh jarak sekitar 280 hingga 320 kilometer dalam satu kali pengisian penuh.
Baterainya mendukung fitur pengisian cepat yang memungkinkan daya terisi hingga 80 persen dalam waktu kurang lebih 30 menit. Angka tersebut cukup ideal bagi pengguna urban yang memiliki mobilitas padat.
Sistem keselamatan juga tak luput di perhatikan, mulai dari ABS, kontrol stabilitas, sensor parkir, hingga beberapa fitur bantuan berkendara yang kini mulai menjadi standar kendaraan modern.
Sebagai pembanding, rata-rata mobil listrik kompak di Asia Tenggara saat ini berada di kisaran jarak tempuh 250–350 kilometer dengan waktu fast charging 30–45 menit, menempatkan EV Daihatsu ini di level kompetitif.
Harga Terjangkau dan Strategi EV Massal Daihatsu
Soal harga, Daihatsu memposisikan mobil listrik ini sebagai salah satu yang paling ekonomis di kelasnya. Untuk pasar Asia Tenggara, banderolnya diperkirakan sebagai berikut:
Varian Standard: Rp 200 juta – Rp 215 juta
Varian Premium: Rp 220 juta – Rp 235 juta
Rentang harga tersebut masih dapat berubah tergantung kebijakan insentif kendaraan listrik di masing-masing negara, termasuk potongan pajak dan subsidi pemerintah.
Strategi ini memperlihatkan keseriusan Daihatsu dalam membangun ekosistem mobil listrik yang lebih inklusif. Mereka tidak langsung masuk ke segmen mahal, melainkan memilih pasar massal yang selama ini menjadi kekuatan utama merek tersebut.
Secara global, permintaan mobil listrik kelas entry level tumbuh rata-rata 20–30 persen per tahun, terutama di kawasan Asia. Dengan harga relatif terjangkau, Daihatsu berpotensi menarik konsumen baru yang sebelumnya belum mempertimbangkan EV karena faktor biaya.(Tim)









