BMKG Peringatkan Hujan Masih Aktif di Kerinci dan Sungai Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Depati Parbo menyampaikan peringatan dini cuaca kepada masyarakat di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Warga di minta tetap waspada karena potensi hujan dengan intensitas menengah di perkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Memasuki awal Februari 2026, prakiraan curah hujan di dua wilayah tersebut berada di rentang 51 hingga 75 milimeter. Angka ini menunjukkan aktivitas hujan masih cukup konsisten dan menandakan kawasan Kerinci serta Sungai Penuh belum sepenuhnya keluar dari periode musim penghujan.

Prakirawan cuaca BMKG Depati Parbo, Ferita Nadya Putri, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini masih mendukung pembentukan awan hujan.

“Curah hujan yang kami pantau masih berada pada level menengah. Itu berarti wilayah Kerinci dan Sungai Penuh masih berada dalam fase musim hujan yang cukup aktif,” ujarnya.

Baca Juga :  6 Cara Mendapatkan Saldo DANA Gratis Online

Situasi tersebut mendorong BMKG untuk kembali mengingatkan masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan. Hujan yang turun dengan durasi panjang berpotensi memicu banjir, tanah longsor, hingga tumbangnya pepohonan besar di sekitar permukiman.

“Kami mengajak warga agar lebih siaga terhadap dampak cuaca, terutama di wilayah yang selama ini di kenal rawan banjir dan longsor,” kata Ferita.

Secara geografis, Kerinci dan Sungai Penuh memang berada di kawasan pegunungan dengan kontur tanah yang cukup curam di sejumlah titik. Ketika curah hujan meningkat, daya serap tanah bisa menurun sehingga risiko pergerakan tanah ikut membesar. Kondisi ini kerap menjadi pemicu longsor kecil hingga sedang yang dapat mengganggu akses jalan maupun aktivitas warga.

Baca Juga :  PT KMH Bantah Isu Kompensasi Rp300 Juta per KK untuk Warga Terdampak PLTA

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan informasi cuaca resmi yang di rilis secara berkala. Pemantauan prakiraan harian hingga peringatan dini cuaca ekstrem di nilai menjadi langkah awal yang efektif untuk mengurangi potensi kerugian.

“Update cuaca terus kami sampaikan secara rutin. Harapannya masyarakat bisa segera mengambil langkah antisipasi jika kondisi mulai memburuk,” tutur Ferita.

Sebagai bentuk komitmen, BMKG Depati Parbo memastikan pemantauan atmosfer di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh di lakukan secara intensif. Data cuaca akan terus di perbarui demi mendukung keselamatan masyarakat, khususnya di tengah cuaca yang masih di dominasi hujan.(Tim)

Berita Terkait

Dituding Terlibat PETI, Ini Penjelasan Bupati Bungo Dedy Putra
Wabup Sarolangun Resmikan Dapur SPPG, Perkuat Program Gizi Nasional
Tarif Travel Kerinci–Sungai Penuh Naik Pascale baran 2026, Ini Rinciannya
Terminal Baru Bandara Depati Parbo Resmi Beroperasi, Ini Perubahan Pentingnya
Rencana Pembatasan BBM Subsidi 2026 Picu Antrean di SPBU
Target IP 300 di Tanjabtim Tersendat, Ini Kendala di Lapangan
Kota Jambi Raup Rp1,7 Triliun Dana Pusat untuk Pembangunan
Ekonomi Batang Hari 2025 Tumbuh 5,21 Persen, Kemiskinan Turun
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 08:00 WIB

Dituding Terlibat PETI, Ini Penjelasan Bupati Bungo Dedy Putra

Kamis, 2 April 2026 - 07:30 WIB

Wabup Sarolangun Resmikan Dapur SPPG, Perkuat Program Gizi Nasional

Rabu, 1 April 2026 - 19:00 WIB

Tarif Travel Kerinci–Sungai Penuh Naik Pascale baran 2026, Ini Rinciannya

Rabu, 1 April 2026 - 18:00 WIB

Terminal Baru Bandara Depati Parbo Resmi Beroperasi, Ini Perubahan Pentingnya

Rabu, 1 April 2026 - 16:00 WIB

Rencana Pembatasan BBM Subsidi 2026 Picu Antrean di SPBU

Berita Terbaru