KLIKINAJA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Depati Parbo menyampaikan peringatan dini cuaca kepada masyarakat di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Warga di minta tetap waspada karena potensi hujan dengan intensitas menengah di perkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Memasuki awal Februari 2026, prakiraan curah hujan di dua wilayah tersebut berada di rentang 51 hingga 75 milimeter. Angka ini menunjukkan aktivitas hujan masih cukup konsisten dan menandakan kawasan Kerinci serta Sungai Penuh belum sepenuhnya keluar dari periode musim penghujan.
Prakirawan cuaca BMKG Depati Parbo, Ferita Nadya Putri, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini masih mendukung pembentukan awan hujan.
“Curah hujan yang kami pantau masih berada pada level menengah. Itu berarti wilayah Kerinci dan Sungai Penuh masih berada dalam fase musim hujan yang cukup aktif,” ujarnya.
Situasi tersebut mendorong BMKG untuk kembali mengingatkan masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan. Hujan yang turun dengan durasi panjang berpotensi memicu banjir, tanah longsor, hingga tumbangnya pepohonan besar di sekitar permukiman.
“Kami mengajak warga agar lebih siaga terhadap dampak cuaca, terutama di wilayah yang selama ini di kenal rawan banjir dan longsor,” kata Ferita.
Secara geografis, Kerinci dan Sungai Penuh memang berada di kawasan pegunungan dengan kontur tanah yang cukup curam di sejumlah titik. Ketika curah hujan meningkat, daya serap tanah bisa menurun sehingga risiko pergerakan tanah ikut membesar. Kondisi ini kerap menjadi pemicu longsor kecil hingga sedang yang dapat mengganggu akses jalan maupun aktivitas warga.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan informasi cuaca resmi yang di rilis secara berkala. Pemantauan prakiraan harian hingga peringatan dini cuaca ekstrem di nilai menjadi langkah awal yang efektif untuk mengurangi potensi kerugian.
“Update cuaca terus kami sampaikan secara rutin. Harapannya masyarakat bisa segera mengambil langkah antisipasi jika kondisi mulai memburuk,” tutur Ferita.
Sebagai bentuk komitmen, BMKG Depati Parbo memastikan pemantauan atmosfer di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh di lakukan secara intensif. Data cuaca akan terus di perbarui demi mendukung keselamatan masyarakat, khususnya di tengah cuaca yang masih di dominasi hujan.(Tim)









