KLIKINAJA – Pemerintah Kota Kota Jambi bersiap melakukan lompatan besar dalam pengelolaan sampah. Mulai 1 April 2026, sebanyak 20 unit truk pengangkut sampah baru akan memperkuat armada kebersihan kota. Seluruh kendaraan itu dibekali teknologi Global Positioning System (GPS) agar pergerakan bisa dipantau langsung dan tidak keluar dari jalur tugas.
Wali Kota Maulana menuturkan, sistem digital tersebut di rancang untuk menjaga kedisiplinan operasional armada.
“Semua termonitor. Peruntukannya jelas: mengangkut sampah. Jumlahnya sekitar 20 truk baru,” ujarnya.
Truk-truk ini nantinya mengangkut sampah dari depo serta titik kumpul warga menuju TPA Sanitary Landfill Talang Gulo, sekaligus melayani hasil pengumpulan dari jaringan berbasis masyarakat.
Armada Modern Jadi Tulang Punggung Pengangkutan
Penguatan armada ini bukan sekadar menambah jumlah kendaraan, melainkan membangun sistem angkut yang terkontrol. Dengan GPS aktif sepanjang waktu, pemerintah kota dapat memastikan rute berjalan efisien, bahan bakar terukur, serta pelayanan lebih merata ke seluruh wilayah.
Kebijakan ini juga menjawab persoalan armada lama yang mulai menua dan sering mengalami gangguan teknis. Pemkot ingin memastikan sampah tidak lagi menumpuk karena keterbatasan kendaraan operasional.
Program Kampung Bahagia Dorong Peran Warga
Di sisi lain, Pemerintah Kota Jambi menggerakkan Program Kampung Bahagia sebagai penguat sistem dari tingkat lingkungan. Setiap RT diarahkan memiliki bentor atau gerobak motor untuk pengangkutan sampah rumah tangga yang dikelola melalui Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).
Kecamatan Pelayangan menjadi pionir penerapan penuh sistem ini. Petugas kini berkeliling dari rumah ke rumah, sehingga warga tak lagi membuang sampah di pinggir jalan atau lahan kosong.
Maulana menggambarkan perubahan pola tersebut sebagai fondasi kota bersih jangka panjang.
“Pendekatannya dari hulu ke hilir—dari sumber sampah di rumah hingga ke TPA. Ini memang soal perubahan perilaku, tapi target kita jelas: kota bersih, tanpa tumpukan sampah di pinggir jalan,” tegasnya.
Program OPBM akan di perluas ke seluruh kecamatan dengan target pengelolaan yang menyatu antara warga dan pemerintah.
352 Bentor Disiapkan, Skema Sewa Truk Dinilai Efektif
Berdasarkan pemetaan teknis, total 352 unit gerobak motor OPBM dibutuhkan untuk melayani seluruh wilayah Kota Jambi. Kecamatan Alam Barajo menjadi wilayah dengan kebutuhan terbesar sebanyak 63 unit, disusul Paal Merah 58 unit dan Kota Baru 53 unit. Wilayah lain seperti Jambi Timur, Jelutung, hingga Pasar Jambi disesuaikan dengan kepadatan penduduk dan volume sampah harian.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Mahruzar, menjelaskan bahwa 20 truk baru akan dikelola melalui kerja sama swasta dengan sistem sewa yang dibiayai APBD.
“Dengan pola ini, pemerintah tidak terbebani biaya perawatan armada. Lebih hemat dan operasional tetap optimal,” katanya.
Pemkot juga telah mengajukan bantuan tambahan 23 unit truk sampah ke pemerintah pusat sebagai pengganti armada lama yang sudah tidak layak pakai. Langkah ini diharapkan mempercepat transformasi sistem persampahan Kota Jambi menuju layanan yang modern, disiplin, dan berkelanjutan.
Upaya dari sisi armada, partisipasi warga, hingga skema pembiayaan menunjukkan arah kebijakan yang lebih terstruktur. Pemerintah kota menargetkan tak ada lagi TPS liar, tumpukan sampah di tepi jalan, serta lingkungan kumuh akibat pengangkutan yang terlambat.(Tim)









