KLIKINAJA – Bupati Kerinci Monadi turun langsung ke persawahan warga di Desa Hiang, Kecamatan Sitinjau Laut, Jumat (6/2/2026), untuk mengawal pelaksanaan tanam padi sebagai bagian dari program Swasembada Benih 2026 yang di gerakkan Pemerintah Kabupaten Kerinci guna memperkuat peran daerah tersebut sebagai penyangga pangan utama di Provinsi Jambi.
Monadi sengaja berada langsung di sawah agar dapat melihat kondisi sesungguhnya yang di hadapi petani. Mulai dari kesiapan lahan, kualitas benih yang digunakan, hingga sistem pengairan yang sangat menentukan keberhasilan musim tanam.
Fokus Produksi, Bukan Agenda Simbolik
Dalam kegiatan tersebut, Monadi di dampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci, Radium Khalis, Kabid Dafril, serta para penyuluh pertanian yang selama ini rutin mendampingi petani dari masa tanam hingga panen.
Di sela aktivitas menanam, Monadi menegaskan bahwa gerakan ini merupakan kerja nyata pemerintah daerah, bukan sekadar agenda formal.
“Kerinci punya potensi besar sebagai lumbung padi Jambi. Karena itu, dukungan harus menyeluruh, mulai dari penyediaan benih, pendampingan petani, hingga pemasaran hasil panen,” ujarnya.
Menurut Monadi, kehadiran pemerintah di lapangan menjadi kunci agar setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan petani. Ia ingin memastikan bantuan tidak berhenti pada distribusi, tetapi berlanjut pada pendampingan teknis dan penyelesaian persoalan riil di sawah.
Benih Lokal Di siapkan untuk Tekan Biaya Petani
Radium Khalis menjelaskan bahwa swasembada benih menjadi fondasi utama peningkatan produksi padi Kerinci. Selama ini, ketergantungan pada pasokan luar daerah membuat biaya tanam lebih tinggi dan kualitas benih sulit di kontrol.
“Program ini bukan hanya soal ketersediaan benih, tetapi juga strategi jangka panjang untuk menjaga ketahanan pangan daerah dan provinsi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pengembangan benih lokal memungkinkan petani memperoleh bibit unggul yang sesuai dengan karakter tanah Kerinci. Dengan kualitas tanam yang lebih stabil, hasil panen di harapkan meningkat dari musim ke musim.
Desa Hiang di pilih sebagai salah satu titik awal karena di kenal memiliki lahan subur serta kelompok tani aktif yang siap mengikuti pendampingan intensif. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan produktivitas secara bertahap sepanjang tahun tanam 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjadikan sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi desa. Ketika produksi naik dan biaya tanam turun, pendapatan petani ikut terdorong, sekaligus memperkuat ketahanan pangan wilayah.(Tim)









