Transformasi Posyandu 6 SPM Bungo Perluas Layanan Kesehatan Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Pemerintah Kabupaten Bungo mulai mengakselerasi penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat lewat Gerakan Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Program tersebut resmi di luncurkan oleh H. Dedi Putra di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo, Jumat pagi.

Langkah ini menandai perubahan besar dalam wajah Posyandu yang kini tak lagi fokus semata pada balita. Pemerintah daerah mendorong Posyandu menjadi pusat layanan dasar terpadu lintas sektor yang menyentuh seluruh lapisan usia masyarakat di Kabupaten Bungo.

Posyandu Beralih Fungsi Jadi Pusat Layanan Masyarakat

Dalam sambutannya, Bupati Dedi Putra menggambarkan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan promotif dan preventif di tingkat desa. Enam bidang SPM menjadi fondasi utama transformasi ini, mulai dari kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum, hingga perlindungan sosial.

“Transformasi ini menjadikan Posyandu lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini. Bukan hanya soal timbang bayi, tapi pusat edukasi, pencegahan penyakit, dan deteksi dini masalah sosial-kesehatan,” ujar Dedi Putra.

Perluasan peran tersebut membuat Posyandu kini melayani remaja, orang dewasa, sampai lanjut usia. Pemerintah menilai pendekatan ini akan mempercepat pencapaian target pelayanan dasar sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat dari tingkat paling bawah.

Baca Juga :  Afuan Yuza Desak Kajian Ilmiah PLTA Usai Danau Kerinci Surut

Di banyak daerah, model layanan terpadu terbukti lebih efektif karena mendekatkan akses kesehatan langsung ke lingkungan warga. Hal ini juga mengurangi ketergantungan masyarakat pada fasilitas kesehatan tingkat lanjut yang kerap terkendala jarak dan biaya.

Fokus Penurunan Stunting Lewat Program Pendampingan

Kepala Dinas Kesehatan melaporkan, Kabupaten Bungo saat ini memiliki 289 Posyandu aktif yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan. Meski jumlahnya cukup besar, tingkat kunjungan warga masih menjadi pekerjaan rumah, termasuk optimalisasi sistem e-Posyandu di tingkat kecamatan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mendeteksi balita bermasalah gizi. Anak yang tidak mengalami kenaikan berat badan menjadi prioritas pendampingan agar segera mendapat intervensi yang sesuai.

Komitmen ini di perkuat lewat peluncuran program “Canting Bungo Terbaru: Dampingi Balita Tidak Naik Berat Badan” yang diarahkan khusus untuk percepatan penurunan angka stunting di daerah.

Baca Juga :  Besok, Ruas Jalan Sebukar–Koto Iman Ditutup Sementara

Berbagai aktivitas lapangan turut di gelar dalam rangkaian Gerak Posyandu 6 SPM. Mulai dari simulasi layanan terpadu, pengukuran status gizi, penyerahan penghargaan bagi kader Posyandu, hingga bantuan bagi ibu hamil kekurangan energi kronis dan balita bermasalah gizi.

Warga juga mendapatkan layanan kesehatan langsung dari dokter spesialis anak, di sertai kelas ibu hamil serta senam bersama yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat sejak dini.

Melalui penguatan Posyandu ini, pemerintah daerah berharap kualitas layanan dasar semakin merata dan mudah di akses. Kesadaran masyarakat untuk rutin memanfaatkan Posyandu pun di targetkan meningkat secara signifikan.

“Jika Posyandu berjalan optimal, maka penurunan stunting, kematian ibu, dan bayi bisa kita tekan secara signifikan,” tegas Bupati.

Kegiatan tersebut di hadiri Wakil Bupati, unsur Forkopimda, jajaran kepala OPD, para camat, kepala desa, serta ratusan kader Posyandu dari berbagai wilayah di Kabupaten Bungo.(Tim)

Berita Terkait

OPBM Resmi Diterapkan di Kota Jambi, Kecamatan Pelayangan Tutup Total TPS Liar
Kasus DBD di Kerinci Naik, Lingkungan dan Mobilitas Disorot
Polisi Perketat Pengawasan BBM, PETI di TNKS Disorot
PRC Satpol PP Batang Hari Intensif Awasi Geng Motor Jelang Ramadan
Gotong Royong Akbar Sungai Penuh, Wali Kota Ajak Warga Jaga Tradisi
Cuaca Ekstrem Dorong Risiko DBD, Kota Jambi Tingkatkan Kewaspadaan
Rutan Sungai Penuh Overkapasitas, Dihuni 218 Warga Binaan
Luas Sawah Merangin Naik 11 Persen, Ketahanan Pangan Diperkuat
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 09:00 WIB

OPBM Resmi Diterapkan di Kota Jambi, Kecamatan Pelayangan Tutup Total TPS Liar

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:00 WIB

Kasus DBD di Kerinci Naik, Lingkungan dan Mobilitas Disorot

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:08 WIB

Polisi Perketat Pengawasan BBM, PETI di TNKS Disorot

Minggu, 8 Februari 2026 - 16:00 WIB

PRC Satpol PP Batang Hari Intensif Awasi Geng Motor Jelang Ramadan

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:00 WIB

Gotong Royong Akbar Sungai Penuh, Wali Kota Ajak Warga Jaga Tradisi

Berita Terbaru