KLIKINAJA – Sejarah besar lahir dari lapangan Tim Nasional Futsal Indonesia. Untuk pertama kalinya sepanjang keikutsertaan di turnamen tertinggi Asia, Indonesia berhasil menembus partai final setelah menundukkan Tim Nasional Futsal Jepang dalam laga semifinal penuh drama.
Kemenangan ini mengantar Indonesia ke final Piala Asia Futsal AFC 2026, sekaligus mengakhiri catatan panjang yang sebelumnya selalu terhenti di fase perempat final.
Atmosfer kemenangan langsung menyelimuti publik Tanah Air. Euforia ribuan suporter tumpah di tribun, menandai babak baru perjalanan futsal nasional menuju level elite Asia.
Indonesia kini bersiap menantang penguasa tradisional kawasan, Tim Nasional Futsal Iran, dalam laga puncak yang berpotensi mengubah peta kekuatan futsal Asia.
Tekanan Tinggi Jadi Senjata Utama Garuda
Pertandingan semifinal yang berlangsung di Indonesia Arena pada Kamis malam langsung berjalan panas sejak menit pertama. Strategi agresif racikan pelatih Hector Souto membuat Jepang kesulitan mengembangkan permainan.
Indonesia tampil berani dengan pressing ketat di seluruh area lapangan. Setiap aliran bola lawan di potong cepat, memaksa Jepang kerap kehilangan ritme.
Tekanan itu akhirnya berbuah gol pada menit ke-12. Dari situasi sepak pojok, bola liar di depan gawang di sambar Samuel Eko dengan penyelesaian dingin yang membawa Indonesia unggul 1-0 hingga turun minum.
Keunggulan tersebut semakin memompa kepercayaan diri skuad Merah Putih, sementara Jepang mulai terlihat terdesak oleh intensitas permainan tuan rumah.
Drama Gol hingga Extra Time Menegangkan
Memasuki paruh kedua, tempo laga kian meningkat. Indonesia sukses menggandakan keunggulan lewat sepakan keras Ardiansyah Nur yang sempat membentur Takehiro Motoishi sebelum bersarang ke gawang sendiri.
Namun Jepang menunjukkan mental juara. Motoishi memperkecil ketertinggalan tak lama berselang, lalu kapten Kazuya Shimizu menyamakan skor menjadi 2-2 melalui penyelesaian klinis di depan gawang.
Ketegangan mencapai puncaknya saat Firman Adriansyah membawa Indonesia kembali unggul 3-2 lewat serangan balik cepat di menit-menit akhir. Saat stadion hampir meledak oleh sorak kemenangan, penalti dramatis untuk Jepang di detik terakhir berhasil di eksekusi Shimizu.
Laga pun berlanjut ke babak tambahan waktu.
Di sinilah daya juang Indonesia berbicara lantang. Reza Gunawan mencetak gol krusial yang membalik momentum, sebelum Dewa Rizki mengunci kemenangan lewat tembakan jarak jauh ke gawang kosong saat Jepang menerapkan strategi power play.
Skor akhir 5-3 memastikan Indonesia melangkah ke final Asia dengan cara paling heroik.
Momentum Kebangkitan Futsal Indonesia
Keberhasilan ini bukan sekadar tiket final, tetapi sinyal kuat bahwa Indonesia mulai sejajar dengan kekuatan besar Asia. Selama lebih dari satu dekade, futsal nasional kerap tertahan di fase awal turnamen besar.
Kini, dengan generasi pemain yang semakin matang serta pendekatan taktik modern, Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan. Dukungan publik yang masif di kandang juga menjadi faktor psikologis yang tak bisa di remehkan lawan.
Laga final melawan Iran pun diprediksi berlangsung sengit. Indonesia tak lagi datang sebagai tim kejutan semata, melainkan sebagai penantang serius gelar juara Asia.(Tim)









