KLIKINAJA – Sorotan pengunjung pameran otomotif di Indonesia tertuju pada satu sudut booth Yamaha. Di area khusus tersebut, pabrikan asal Jepang ini memajang sebuah motor premium dengan banderol mencapai Rp 455 juta, harga yang jauh di atas motor produksi massal pada umumnya.
Sejak hari pertama pameran di buka, motor ini langsung menyedot perhatian. Banyak pengunjung sengaja berhenti, mengamati detail bodi, hingga mengabadikan momen dengan kamera ponsel. Tak sedikit pula yang melontarkan pertanyaan seputar spesifikasi dan status penjualannya kepada petugas booth.
Dipajang Terpisah, Tunjukkan Kelas Berbeda
Yamaha menempatkan motor tersebut di area display tersendiri, terpisah dari lini motor harian yang biasa di jumpai di jalan raya. Tata pencahayaan di buat lebih dramatis, menegaskan kesan eksklusif dan performa tinggi yang melekat pada motor ini.
Dari segi visual, desain agresif dengan aura balap langsung terasa. Material premium, detail pengerjaan presisi, serta komponen berorientasi performa menegaskan bahwa motor ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan produk showcase teknologi.
Perwakilan Yamaha di lokasi pameran menjelaskan bahwa kehadiran motor seharga ratusan juta rupiah ini tidak di tujukan untuk pasar massal. Fokus utamanya adalah memperlihatkan sejauh mana pengembangan teknologi Yamaha, terutama yang berakar dari dunia balap dan motorsport.
Bukan Sekadar Jualan, Ini Strategi Citra Merek
Narasi yang di bangun Yamaha lewat motor ini lebih luas dari urusan transaksi. Motor tersebut menjadi simbol pencapaian riset dan pengembangan, sekaligus pernyataan bahwa Yamaha memiliki portofolio lengkap dari motor harian hingga kelas premium ekstrem.
Pendekatan semacam ini lazim di lakukan pabrikan global. Produk flagship dipajang untuk membangun aspirasi, memperkuat brand image, dan menanamkan persepsi kualitas tinggi di benak konsumen. Dampaknya kerap terasa hingga ke lini produk yang lebih terjangkau.
Walau harganya terbilang fantastis, Yamaha mengakui pasar untuk motor ini tetap ada. Kolektor, penggemar performa tinggi, serta konsumen yang mencari eksklusivitas menjadi target utama. Jumlah unit yang sangat terbatas justru menjadi daya tarik tambahan, karena tidak semua orang bisa memilikinya.
Kehadiran motor Rp 455 juta ini juga mencerminkan dinamika pasar roda dua Indonesia yang semakin beragam. Konsumen tidak lagi hanya mencari kendaraan fungsional, tetapi juga pengalaman, prestise, dan kedekatan emosional dengan teknologi balap yang biasanya hanya terlihat di sirkuit.(Tim)









