KLIKINAJA – Partai puncak AFC Futsal Asian Cup 2026 mempertemukan dua kekuatan besar Asia, Timnas Futsal Indonesia dan Timnas Futsal Iran, dalam laga berintensitas tinggi yang menyedot perhatian lebih dari 10 ribu penonton di arena pertandingan.
Sejak peluit awal di bunyikan, Indonesia tampil berani dengan pressing rapat dan transisi cepat. Strategi itu langsung membuahkan hasil.
Serangan-serangan tajam membuat pertahanan Iran bekerja keras, hingga Indonesia menutup babak pertama dengan keunggulan 3-2. Efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda di paruh awal laga, di tengah duel fisik yang berlangsung ketat.
Keunggulan tersebut memberi kepercayaan diri bagi skuad Merah Putih, meski Iran tetap menunjukkan kualitas sebagai tim dengan tradisi panjang di futsal Asia.
Gol Balasan Beruntun, Skor Imbang Paksa Extra Time
Memasuki babak kedua, Iran menaikkan tempo permainan. Hasilnya terlihat cepat. Pada menit ketiga, Iran menyamakan kedudukan 3-3 melalui skema bola mati, memanfaatkan pelanggaran Indonesia di dekat garis kotak penalti.
Respons Indonesia tak kalah cepat. Lewat skema serangan balik, seorang pemain Indonesia melepaskan tendangan keras yang kembali membawa Indonesia unggul 4-3. Gol ini sempat mengangkat atmosfer tribun dan memicu tekanan mental bagi Iran.
Namun, pengalaman berbicara di menit-menit krusial. Tiga menit jelang laga usai, Iran kembali menemukan celah dan mencetak gol penyeimbang 4-4. Skor tersebut bertahan hingga waktu normal berakhir, membuat laga final harus di lanjutkan ke babak extra time.
Extra Time Jadi Ujian Mental dan Daya Tahan
Pada babak tambahan waktu, kedua tim tampil lebih terukur. Intensitas tetap tinggi, tetapi kehati-hatian menjadi kunci. Indonesia dan Iran sama-sama berusaha menjaga organisasi permainan, sembari mencari celah sekecil apa pun untuk mencetak gol penentu.
Situasi ini menegaskan bahwa final bukan hanya soal teknik, tetapi juga soal mental, stamina, dan pengambilan keputusan. Setiap duel, setiap kesalahan, berpotensi mengubah jalannya pertandingan.
Dari sisi Indonesia, keberhasilan memaksa Iran bermain hingga extra time menjadi indikator kemajuan signifikan futsal nasional. Melawan salah satu raksasa Asia di partai final, Indonesia menunjukkan bahwa jarak kualitas kian menipis, sekaligus memberi sinyal kuat tentang daya saing di level kontinental.(Tim)









