KLIKINAJA – Harga emas perhiasan bergerak bervariasi pada Minggu pagi, 8 Februari 2026. Pemantauan pasar menunjukkan banderol emas di Raja Emas Indonesia dan Hartadinata Abadi bertahan di level sebelumnya. Sementara itu, Laku Emas mencatat kenaikan harga di hampir seluruh kadar karat.
Pergerakan yang tidak seragam ini mencerminkan respons pasar terhadap situasi global. Industri perhiasan dunia masih mencatat permintaan yang konsisten, terutama dari kawasan Asia. Pada saat yang sama, nilai tukar mata uang utama bergerak fluktuatif, memengaruhi harga emas di tingkat ritel domestik.
Stabilitas Harga di Dua Ritel Besar
Raja Emas Indonesia membuka perdagangan akhir pekan dengan harga yang tidak berubah sejak hari sebelumnya. Kadar 24 karat bertahan di Rp 2.450.000 per gram, sementara 23 karat di patok Rp 2.117.000 per gram. Rentang harga berlanjut turun secara bertahap hingga kadar 12 karat yang berada di posisi Rp 1.106.000 per gram.
Pola serupa terlihat di Hartadinata Abadi. Emas 22 karat di jual Rp 2.797.000 per gram dan 20 karat berada di Rp 2.743.000 per gram. Konsistensi harga ini memberi ruang bagi konsumen yang ingin bertransaksi tanpa tekanan kenaikan mendadak.
Penguatan Menyeluruh di Laku Emas
Berbeda arah, Laku Emas menaikkan harga emas perhiasan di seluruh kadar. Emas 24 karat naik Rp 83.000 menjadi Rp 2.439.000 per gram. Kadar 23 dan 22 karat masing-masing bertambah Rp 72.000 dan Rp 69.000. Tren kenaikan berlanjut hingga emas 12 karat yang kini berada di Rp 1.098.000 per gram.
Kenaikan ini sejalan dengan pergerakan harga emas global yang kembali menguat setelah pelaku pasar merespons sinyal kebijakan moneter bank sentral utama. Banyak investor memanfaatkan emas sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi internasional.
Pertimbangan Konsumen dan Investor
Perbedaan harga antarpenyedia menegaskan bahwa pasar emas perhiasan bergerak dinamis. Konsumen yang fokus pada fungsi perhiasan dapat memanfaatkan fase harga datar untuk memilih desain tanpa khawatir lonjakan biaya. Investor jangka menengah cenderung memanfaatkan kenaikan bertahap sebagai peluang realisasi keuntungan.
Pengamat pasar emas menilai tren fluktuatif masih berlanjut dalam beberapa pekan ke depan. Permintaan menjelang musim pernikahan dan arah kebijakan suku bunga global berpotensi memberi tekanan tambahan pada harga. Pemantauan rutin menjadi kunci agar keputusan beli atau jual tetap rasional dan terukur.(Tim)









