KLIKINAJA – Nuansa kebersamaan terasa kental di tengah masyarakat Enam Luhah Kota Sungai Penuh menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah turun langsung mengikuti gotong royong akbar bersama warga, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembersihan lingkungan. Rangkaian acara juga di isi dengan peninjauan Rumah Laheak, bangunan bersejarah yang berdiri sejak 1874, serta ziarah ke makam para leluhur nenek moyang Enam Luhah Sungai Penuh. Agenda ini menegaskan kuatnya keterkaitan antara pembangunan daerah, nilai adat, dan pelestarian sejarah lokal.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan. Warga dari berbagai kalangan berbaur bersama jajaran pemerintah daerah tanpa sekat, mencerminkan budaya gotong royong yang masih hidup dan menjadi kekuatan sosial di Kota Sungai Penuh.
Kegiatan gotong royong akbar ini turut di hadiri pimpinan dan anggota DPRD Kota Sungai Penuh, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Alpian, Ketua TP PKK Ny. Sri Kartini Alfin, Ketua Dharma Wanita Winda Rahyu, para kepala OPD, camat setempat, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat.
Gotong Royong Jadi Fondasi Pembangunan Daerah
Di sela kegiatan, Wali Kota Alfin menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Ia menilai, partisipasi warga menjadi energi utama agar program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan publik.
“Pembangunan Kota Sungai Penuh membutuhkan kebersamaan dan semangat gotong royong agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Alfin.
Menurutnya, budaya gotong royong bukan sekadar tradisi, melainkan modal sosial yang memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Nilai ini di nilai relevan untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus mempercepat realisasi pembangunan di daerah.
Rumah Laheak dan Ziarah Leluhur, Merawat Identitas Lokal
Usai gotong royong, Wali Kota Alfin di dampingi Ketua TP PKK Ny. Sri Kartini Alfin meninjau Rumah Laheak sebagai salah satu aset sejarah penting di Sungai Penuh. Bangunan tersebut menjadi saksi perjalanan panjang peradaban dan kehidupan masyarakat setempat.
“Rumah Laheak ini bukan sekadar bangunan, melainkan simbol sejarah dan kearifan lokal yang harus kita jaga dan lestarikan agar dapat di wariskan kepada generasi mendatang,” katanya.
Rangkaian kegiatan kemudian di lanjutkan dengan ziarah ke makam leluhur nenek moyang Enam Luhah Sungai Penuh. Dalam momen tersebut, Alfin kembali mengingatkan pentingnya menghormati para pendahulu sebagai bagian dari menjaga akar budaya daerah.
“Dengan menghormati leluhur serta melestarikan adat dan budaya, kita menjaga jati diri Sungai Penuh agar tetap kuat di tengah perkembangan zaman,” tambahnya.
Melalui gotong royong akbar ini, Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dan masyarakat terus terawat. Kolaborasi tersebut di nilai penting agar pembangunan berjalan seimbang dengan pelestarian adat dan budaya lokal yang menjadi identitas Sungai Penuh.(Tim)









