KLIKINAJA – Ramadhan selalu datang membawa suasana berbeda. Ritme hidup berubah, jam makan bergeser, dan energi tubuh di uji sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Di tengah kewajiban beribadah dan tuntutan pekerjaan, menjaga stamina menjadi kunci agar puasa tetap berjalan nyaman dan produktivitas tidak menurun.
Banyak keluhan muncul di awal Ramadhan, mulai dari cepat lelah, sulit fokus, hingga kantuk berlebih. Kondisi ini umumnya di picu pola makan yang kurang tepat serta manajemen waktu istirahat yang tidak seimbang. Dengan penyesuaian sederhana namun konsisten, tubuh bisa beradaptasi tanpa harus mengorbankan aktivitas harian.
Sahur Bukan Formalitas, Tapi Sumber Energi
Sahur sering di anggap sekadar penanda dimulainya puasa. Padahal, waktu ini menentukan daya tahan tubuh sepanjang hari. Menu sahur ideal memadukan karbohidrat kompleks, protein, serta serat dari sayur dan buah.
Makanan seperti nasi merah, oatmeal, telur, ikan, dan sayuran hijau membantu pelepasan energi lebih stabil. Sebaliknya, konsumsi makanan terlalu asin atau berminyak berisiko memicu rasa haus dan lesu sebelum waktu berbuka.
Strategi Minum agar Tidak Dehidrasi
Kekurangan cairan menjadi tantangan paling sering di rasakan saat puasa. Pola minum 2-4-2 bisa menjadi solusi praktis. Dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Air putih tetap pilihan utama. Minuman manis sebaiknya di batasi karena dapat memicu lonjakan gula darah yang berujung lemas di siang hari.
Atur Ritme Kerja dan Waktu Istirahat
Produktivitas selama Ramadhan sangat dipengaruhi cara mengelola energi. Pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi sebaiknya diselesaikan di pagi hari, saat tubuh masih segar.
Waktu istirahat singkat di sela aktivitas mampu membantu pemulihan stamina. Tidur malam yang cukup juga berperan besar dalam menjaga fokus dan suasana hati keesokan harinya.
Berbuka Secara Bertahap, Bukan Balas Dendam
Rasa lapar setelah seharian berpuasa kerap mendorong makan berlebihan saat berbuka. Kebiasaan ini justru membuat tubuh terasa berat dan mengantuk.
Memulai berbuka dengan air putih dan kurma, lalu memberi jeda sebelum menyantap makanan utama, membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal dan menjaga energi tetap stabil.
Olahraga Ringan Tetap Perlu
Puasa tidak berarti berhenti bergerak. Aktivitas ringan seperti jalan santai, peregangan, atau bersepeda santai menjelang berbuka dan setelah tarawih membantu menjaga kebugaran serta kualitas tidur.
Dengan pola makan seimbang, hidrasi cukup, dan pengaturan aktivitas yang tepat, Ramadhan dapat di jalani dengan tubuh tetap kuat dan pikiran jernih. Ibadah pun terasa lebih khusyuk tanpa harus mengorbankan kesehatan.(Tim)









