KLIKINAJA – Pemerintah daerah resmi memusatkan kegiatan Pasar Bedug dan Bazar Ramadhan 1447 Hijriah/2026 M di kawasan Pasar Bawah, Kota Bangko. Keputusan ini di ambil sebagai langkah pengendalian keramaian sekaligus upaya menjaga kelancaran aktivitas masyarakat selama bulan suci.
Penetapan lokasi tersebut lahir dari rapat koordinasi lintas sektor yang di gelar di Kantor Bupati Merangin, Selasa (9/2) kemarin. Forum ini mempertemukan berbagai perangkat daerah guna menyatukan skema penataan pasar musiman yang kerap memicu kepadatan arus lalu lintas setiap Ramadhan tiba.
Rapat di pimpin Sekretaris Daerah Zulhifni dan di hadiri pimpinan OPD terkait. Pemerintah menilai Pasar Bawah memiliki daya tampung yang memadai, sekaligus mudah di awasi dari sisi ketertiban dan keamanan.
Lokasi Lapak dan Skema Parkir Disiapkan
Berdasarkan hasil pembahasan, Pasar Bedug akan menempati jalur eks pedagang yang sebelumnya sudah di relokasi. Area tersebut di nilai paling siap secara infrastruktur dan tidak mengganggu arus utama kendaraan. Sementara Bazar Ramadhan akan memanjang dari depan Bank Jambi hingga ke kawasan Tanjung.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, pemerintah menetapkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di depan Masjid Agung Al-Istiqomah sebagai kantong parkir terpusat. Skema ini di rancang agar kendaraan tidak menumpuk di badan jalan, terutama pada jam menjelang berbuka.
Menurut Sekda Zulhifni, pengaturan ini di buat agar denyut ekonomi tetap hidup tanpa mengorbankan kenyamanan publik. Ia menyebut pasar Ramadhan seharusnya menjadi ruang interaksi yang tertib, bukan sumber masalah baru di pusat kota.
“Pasar boleh ramai, tapi jalur lalu lintas harus tetap bergerak. Semua pihak di minta patuh pada titik yang sudah di tentukan,” ujarnya.
Fokus Ketertiban dan Kebersihan Pedagang
Pengawasan lapangan tahun ini akan di perketat. Dinas Perhubungan dan Satpol PP diminta aktif mengawal penempatan lapak, parkir, serta pergerakan kendaraan di sekitar lokasi pasar. Pemerintah tak ingin pola lama terulang, di mana parkir liar kerap memicu kemacetan panjang.
“Kami tidak ingin ada lapak yang bergeser sesuka hati. Ketertiban adalah kunci agar aktivitas ekonomi berjalan lancar,” kata Zulhifni.
Isu kebersihan juga menjadi perhatian serius. Pemerintah menegaskan hanya pedagang yang siap mematuhi aturan sanitasi yang akan di beri ruang berjualan. Komitmen ini dianggap penting untuk menjaga wajah kota selama Ramadhan.
“Pedagang lokal kami prioritaskan, namun tanggung jawabnya juga besar. Lingkungan harus tetap bersih meski aktivitas meningkat,” tuturnya.
Dengan pola penataan terpusat dan pengawasan berlapis, Pemkab Merangin berharap Pasar Bedug dan Bazar Ramadhan bukan hanya menjadi tempat berburu takjil, tetapi juga simbol keteraturan kota. Pemerintah menargetkan Ramadhan tahun ini berlangsung lebih nyaman, aman, dan ramah bagi semua lapisan masyarakat.(Tim)









