KLIKINAJA – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menyalurkan paket sembako Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi kepada mustahik dhuafa serta bantuan Renovasi Rumah Layak Huni Baznas (RLHB), Rabu (11/2). Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh dan menjadi bagian dari agenda penguatan perlindungan sosial jelang bulan suci Ramadhan.
Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, Sekretaris Daerah Alpian, jajaran staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, Ketua Baznas Sungai Penuh Dpt. Atma Bahar, Ketua MUI Sungai Penuh Drs. Jasrial Zakir, serta para penerima bantuan turut hadir dalam penyerahan simbolis tersebut.
Alfin menyebut program sembako Ramadhan dan RLHB menyentuh kebutuhan dasar warga. Ia menilai intervensi langsung seperti ini memberi dampak nyata, terutama bagi keluarga yang menghadapi tekanan ekonomi menjelang Ramadhan.
“Kami melihat langsung bagaimana bantuan ini membantu warga menyiapkan kebutuhan pokok dan memperbaiki kondisi tempat tinggal agar lebih layak,” ujar Alfin.
Dorong Pengelolaan Zakat Transparan dan Berkelanjutan
Alfin mengapresiasi kinerja Baznas Sungai Penuh yang konsisten mengelola zakat, infak, dan sedekah secara amanah. Tata kelola yang rapi dan sasaran yang tepat membuat manfaat zakat terasa hingga lapisan masyarakat paling rentan.
Ia menekankan zakat bukan sekadar kewajiban ibadah personal. Zakat berfungsi sebagai instrumen sosial yang memperkuat ketahanan komunitas dan membuka jalan keluar dari kemiskinan struktural. Program renovasi rumah, menurutnya, menjadi contoh bagaimana zakat memberi efek jangka panjang bagi kualitas hidup penerima.
“Zakat yang di kelola dengan benar mampu menggerakkan ekonomi umat dan memutus rantai kerentanan sosial,” kata Alfin.
Dorongan sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan pemangku kepentingan terus ia gaungkan. Ia berharap ke depan, porsi program produktif dan pemberdayaan ekonomi semakin di perluas agar penerima manfaat dapat bertransformasi menjadi pelaku ekonomi mandiri.
Dalam konteks lokal Sungai Penuh, kebutuhan intervensi sosial tetap tinggi. Harga kebutuhan pokok yang fluktuatif dan keterbatasan akses perumahan layak masih menjadi tantangan. Kehadiran program Ramadhan di nilai tepat waktu karena bertepatan dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
Alfin juga mengajak aparatur sipil negara, pelaku usaha, serta masyarakat yang telah memenuhi syarat sebagai muzakki menyalurkan zakat melalui Baznas Sungai Penuh. Penyaluran terpusat memudahkan pengawasan, memperluas jangkauan manfaat, dan menjaga akuntabilitas.
Kepada para penerima, ia berpesan agar bantuan di manfaatkan secara optimal. Bantuan sembako di harapkan menopang kebutuhan pangan, sementara renovasi rumah menjadi pijakan menuju hunian sehat dan bermartabat.(Tim)









