KLIKINAJA – Menjelang Ramadan 2026, Perum Bulog wilayah Jambi memperkuat strategi stabilisasi harga bahan pokok. Langkah ini di tempuh untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang lazim terjadi menjelang bulan puasa, terutama pada komoditas beras dan kebutuhan dapur lainnya.
Manajer Pengadaan dan Pelayanan Publik Bulog Jambi, Ahmad Mazajjad Faqihuddin, menyatakan pihaknya telah menyiapkan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam jumlah besar. Setiap hari, sekitar 200 ton beras akan di gelontorkan ke berbagai titik penjualan.
“Kami menargetkan penyaluran sekitar 200 ton beras SPHP per hari agar pasokan tetap terjaga dan harga tidak melonjak,” ujarnya.
Distribusi tersebut menyasar pasar tradisional, ritel modern, hingga jaringan minimarket seperti Indomaret. Skema ini di harapkan memudahkan masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang lebih terkendali tanpa harus menunggu operasi pasar tertentu.
Operasi Pasar dan Sinergi Daerah
Bulog tidak berjalan sendiri. Kegiatan operasi pasar murah di lakukan bersama pemerintah kabupaten dan kota melalui Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Perdagangan setempat. Jadwal serta lokasi penjualan akan di umumkan secara terbuka agar masyarakat bisa mengaksesnya dengan mudah.
Menurut Ahmad, operasi pasar kali ini tidak hanya menyediakan beras SPHP. Sejumlah komoditas lain juga di siapkan, mulai dari beras premium, gula pasir, minyak goreng, hingga daging beku, dengan catatan sarana pendukung seperti freezer tersedia di lokasi.
“Komoditas yang kami jual di sesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Untuk daging beku, tentu melihat kesiapan fasilitas penyimpanan di masing-masing titik,” jelasnya.
Pola intervensi pasar seperti ini bukan hal baru. Setiap menjelang Ramadan, permintaan bahan pokok cenderung meningkat seiring tradisi konsumsi rumah tangga yang lebih tinggi. Jika tidak di antisipasi, lonjakan permintaan bisa memicu kenaikan harga yang memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah.
Bantuan Pangan dan Imbauan Belanja Bijak
Di luar operasi pasar, Bulog Jambi juga bersiap menyalurkan bantuan pangan pemerintah untuk periode Februari dan Maret 2026. Setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng.
Program ini menjadi bantalan sosial bagi kelompok rentan agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi di tengah dinamika harga pasar. Dengan distribusi bantuan dan beras SPHP yang berjalan paralel, pemerintah berharap daya beli warga tetap terjaga selama Ramadan.
Ahmad turut mengingatkan masyarakat agar tidak memborong kebutuhan secara berlebihan. Ia memastikan stok dalam kondisi aman dan distribusi berlangsung berkelanjutan.
“Kami mengimbau warga berbelanja sesuai kebutuhan. Stok tersedia dan penyaluran terus kami lakukan,” tegasnya.
Langkah intervensi yang terukur ini di harapkan mampu menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan. Stabilitas harga bukan hanya soal angka di pasar, melainkan tentang kepastian bahwa kebutuhan dapur masyarakat Jambi tetap terpenuhi tanpa tekanan berlebih saat Ramadan tiba.(Tim)









