KLIKINAJA – Harga emas perhiasan di sejumlah gerai nasional bergerak variatif pada Jumat pagi, 13 Februari 2026. Sejumlah jaringan mempertahankan banderolnya, sementara yang lain melakukan penyesuaian tipis mengikuti dinamika pasar logam mulia global.
Di jaringan Raja Emas Indonesia, harga tercatat tidak mengalami perubahan pada hampir seluruh kadar. Emas 24 karat di patok Rp 2.485.000 per gram. Kadar 23 karat berada di angka Rp 2.150.000 dan 22 karat di jual Rp 2.057.000 per gram.
Deretan kadar lainnya juga bertahan. Emas 21 karat di lepas Rp 1.962.000 per gram dan 20 karat Rp 1.873.000. Untuk 19 karat tercatat Rp 1.777.000, 18 karat Rp 1.685.000, 17 karat Rp 1.591.000, serta 16 karat Rp 1.496.000 per gram. Kadar 15 karat di pasarkan Rp 1.407.000, 14 karat Rp 1.310.000, 13 karat Rp 1.217.000, dan 12 karat Rp 1.128.000 per gram.
Laku Emas Koreksi Ringan di Berbagai Kadar
Pergerakan berbeda terlihat di Laku Emas yang berada di bawah CMK Group. Beberapa kadar mengalami penurunan meski dalam rentang tipis.
Emas 24 karat turun Rp 2.000 menjadi Rp 2.487.000 per gram. Kadar 23 karat terkoreksi Rp 1.000 ke posisi Rp 2.160.000, sedangkan 22 karat melemah Rp 2.000 menjadi Rp 2.065.000 per gram.
Penyesuaian juga terjadi pada 21 karat yang kini berada di Rp 1.975.000 per gram. Kadar 20 karat turun Rp 3.000 menjadi Rp 1.879.000. Harga 19 karat tercatat Rp 1.784.000, 18 karat Rp 1.688.000, 17 karat Rp 1.593.000, dan 16 karat Rp 1.497.000 per gram. Untuk 15 karat di banderol Rp 1.404.000, 14 karat Rp 1.309.000, 13 karat Rp 1.216.000, serta 12 karat Rp 1.120.000 per gram.
Hartadinata Abadi Tetap di Level Tinggi
Sementara itu, Hartadinata Abadi mencatat harga yang konsisten pada beberapa kadar utama. Emas 22 karat di jual Rp 2.773.000 per gram. Kadar 20 karat di pasarkan Rp 2.719.000 dan 16 karat berada di angka Rp 2.289.000 per gram. Untuk 9 karat, banderolnya Rp 1.535.000 per gram.
Pergerakan harga di tiga jaringan tersebut mencerminkan respons pelaku usaha terhadap fluktuasi harga emas dunia dan nilai tukar rupiah. Tekanan eksternal, termasuk data ekonomi Amerika Serikat dan arah kebijakan bank sentral global, kerap memengaruhi sentimen pasar logam mulia dalam jangka pendek.
Bagi masyarakat yang membeli emas untuk kebutuhan perhiasan maupun lindung nilai, memantau tren harian menjadi langkah rasional. Selisih harga antar-gerai dan perbedaan kadar dapat memengaruhi nilai jual kembali.
Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, emas tetap di pandang sebagai instrumen penyimpan nilai yang relatif stabil, meski pergerakan hariannya bisa berubah mengikuti arus pasar.(Tim)









