KLIKINAJA – Berbuka puasa merupakan momen yang di nanti setiap Muslim setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Dalam ajaran Islam, waktu berbuka tidak hanya menjadi penanda berakhirnya puasa, tetapi juga saat yang di anjurkan untuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Riwayat menyebutkan, beliau menyegerakan berbuka ketika azan Magrib berkumandang. Cara memulainya pun sederhana. Rasulullah SAW terlebih dahulu menyantap beberapa butir kurma sebelum menunaikan salat Magrib. Jika tidak tersedia, beliau memilih air putih sebagai pengganti.
Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan tuntunan yang memiliki nilai ibadah sekaligus manfaat kesehatan.
Kurma, Sumber Energi Alami Setelah Seharian Berpuasa
Kurma menjadi makanan yang paling di anjurkan untuk berbuka puasa. Buah ini di kenal memiliki kandungan gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang cepat di serap tubuh. Efeknya, energi yang menurun selama puasa dapat pulih dalam waktu singkat.
Beberapa literatur hadis menjelaskan, Rasulullah SAW biasa mengonsumsi kurma segar. Jika tidak ada, kurma kering tetap menjadi pilihan. Praktik ini memperlihatkan bahwa berbuka tidak harus dengan hidangan berat atau berlimpah.
Dari sisi kesehatan, pakar gizi menyebut kurma juga mengandung serat, kalium, dan antioksidan yang baik bagi sistem pencernaan. Konsumsi dalam jumlah wajar membantu tubuh beradaptasi sebelum menerima makanan utama.
Air Putih dan Makanan Manis Secukupnya
Dalam kondisi tidak tersedia kurma, Rasulullah SAW berbuka dengan air putih. Air menjadi pilihan paling sederhana untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama berpuasa sekitar 12–14 jam.
Secara medis, minum air saat berbuka membantu mencegah dehidrasi dan memberi jeda bagi lambung sebelum menerima makanan berat. Kebiasaan ini juga mendukung proses pencernaan agar tidak kaget setelah seharian kosong.
Adapun makanan atau minuman manis tetap di perbolehkan, selama tidak berlebihan. Tubuh memang membutuhkan asupan gula untuk mengembalikan energi. Namun konsumsi gula berlebih berisiko memicu lonjakan gula darah yang drastis, terutama bagi penderita diabetes.
Hikmah Kesederhanaan dalam Sunnah Berbuka
Anjuran berbuka dengan kurma dan air putih mengajarkan pola hidup yang seimbang. Islam tidak mendorong umatnya menjadikan waktu berbuka sebagai ajang berlebihan dalam makan dan minum.
Momentum ini juga di kenal sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Banyak umat Muslim memanfaatkan detik-detik menjelang berbuka untuk memanjatkan doa terbaiknya.
Dengan meneladani kebiasaan Rasulullah SAW, umat Islam tidak hanya memperoleh manfaat kesehatan, tetapi juga nilai spiritual. Suapan pertama saat berbuka menjadi pengingat bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan diri, melainkan membentuk kedisiplinan, empati, dan rasa syukur.(Tim)









