KLIKINAJA – Memasuki pertengahan Februari 2026, harga emas perhiasan di pasar domestik terpantau belum menunjukkan perubahan berarti.
Pada Minggu, 15 Februari 2026, sejumlah gerai ritel besar melaporkan banderol yang relatif sama dibandingkan hari sebelumnya. Situasi ini menjadi perhatian masyarakat yang tengah mempertimbangkan transaksi buyback maupun pembelian baru menjelang akhir pekan.
Stabilnya harga terjadi saat pasar emas global berada dalam fase penantian arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed. Dinamika eksternal tersebut memang kerap memicu volatilitas, tetapi di segmen perhiasan dalam negeri, pergerakan cenderung lebih terkendali. Pelaku usaha memilih menjaga harga sambil memantau sentimen global dan nilai tukar rupiah.
Pasar Emas Perhiasan Bergerak Hati-Hati
Secara umum, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai ketika ketidakpastian ekonomi meningkat. Namun karakter emas perhiasan berbeda dengan logam mulia murni untuk investasi.
Harga yang tercantum di etalase tidak hanya di pengaruhi harga emas dunia, melainkan juga ongkos produksi, model desain, hingga strategi distribusi masing-masing perusahaan.
Kondisi yang cenderung datar ini memberi ruang bagi konsumen untuk menghitung ulang rencana pembelian. Tidak ada lonjakan mendadak yang membuat keputusan harus di ambil terburu-buru. Meski demikian, selisih harga antar toko tetap terlihat untuk kadar yang sama.
Daftar Harga Emas Perhiasan 15 Februari 2026
Berikut rincian harga per gram di sejumlah gerai nasional:
Di Raja Emas Indonesia, harga 24 karat berada di Rp 2.470.000, 23 karat Rp 2.230.000, 22 karat Rp 2.132.000, 21 karat Rp 2.037.000, 20 karat Rp 1.938.000, 18 karat Rp 1.743.000, 17 karat Rp 1.645.000, dan 16 karat Rp 1.546.000.
Sementara di Laku Emas (CMK Group), 24 karat di banderol Rp 2.568.000, 23 karat Rp 2.231.000, 22 karat Rp 2.133.000, 21 karat Rp 2.039.000, 20 karat Rp 1.941.000, 18 karat Rp 1.744.000, 17 karat Rp 1.645.000, dan 16 karat Rp 1.547.000.
Adapun Hartadinata Abadi mencatat harga
22 karat Rp 2.781.000, 20 karat Rp 2.727.000, 17 karat Rp 2.430.000, 16 karat Rp 2.295.000, 9 karat Rp 1.539.000, serta 6 karat Rp 1.215.000.
Perbedaan harga tersebut mencerminkan segmentasi pasar dan kebijakan internal masing-masing distributor. Konsumen disarankan menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan serta preferensi desain.
Faktor yang Mempengaruhi Harga
Permintaan industri perhiasan kerap meningkat pada periode tertentu seperti musim pernikahan atau hari besar. Lonjakan permintaan dapat menjaga harga tetap tinggi meski harga emas dunia sedang melunak. Nilai tukar rupiah juga memainkan peran penting karena transaksi emas mengacu pada harga internasional berbasis dolar AS.
Cadangan emas negara besar dan kebijakan moneter global turut membentuk sentimen pasar. Ketika suku bunga tinggi, sebagian investor cenderung menahan pembelian emas. Sebaliknya, saat ketidakpastian meningkat, permintaan safe haven biasanya terdongkrak.
Bagi masyarakat yang berencana membeli, membandingkan harga antar gerai dan memahami potongan buyback menjadi langkah yang bijak. Simpan nota atau sertifikat sebagai bukti transaksi agar proses penjualan kembali lebih mudah.
Dengan tren yang masih stabil di pertengahan Februari ini, emas perhiasan tetap menjadi opsi menarik, baik sebagai penunjang gaya maupun penyimpan nilai jangka menengah. Pergerakan global tetap perlu dipantau agar keputusan finansial tidak hanya mengikuti tren sesaat, melainkan berdasarkan pertimbangan yang matang.(Tim)









