KLIKINAJA – Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) turun langsung memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional, Sabtu (14/2/2026) kemarin. Langkah ini di lakukan untuk memastikan pasokan tetap aman dan harga tidak melonjak saat permintaan mulai meningkat.
Pemantauan di pusatkan di Pasar Tanjung Bajure dan Pasar Beras. Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, mendampingi Direktur Keanekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rina Syawal, bersama Satgas Pangan. Mereka berdialog dengan pedagang, mengecek harga, serta memastikan distribusi berjalan lancar.
Azhar menyebut pemerintah daerah ingin masyarakat bisa menjalani ibadah dengan tenang tanpa di bebani kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Kami hadir langsung di pasar untuk memastikan stok cukup dan harga tetap wajar. Jangan sampai masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan pokok menjelang Ramadhan,” ujar Azhar di sela peninjauan.
Gerakan Pangan Murah dan Komoditas Strategis
Sebelum meninjau pasar, rombongan menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) di Gedung Nasional Kota Sungai Penuh. Program tersebut menjadi salah satu instrumen intervensi pemerintah untuk menekan harga melalui penjualan bahan pokok di bawah harga pasar.
Sejumlah komoditas strategis menjadi fokus pengecekan, seperti cabai, bawang merah, beras, dan minyak goreng. Komoditas ini kerap memicu inflasi daerah ketika permintaan meningkat tajam menjelang hari besar keagamaan.
Rina Syawal menegaskan, penguatan koordinasi pusat dan daerah menjadi kunci menjaga stabilitas pangan di daerah.
“Kolaborasi harus terus diperkuat agar distribusi lancar dan gejolak harga bisa di tekan sejak dini,” kata Rina.
Dari hasil pemantauan lapangan, harga sejumlah bahan pokok di Sungai Penuh masih dalam batas normal. Pasokan di nilai cukup untuk memenuhi kebutuhan beberapa pekan ke depan.
Pengendalian Inflasi dan Koordinasi Lintas Sektor
Kegiatan ini turut di hadiri Sekda Kota Sungai Penuh Alfian, Asisten II Bidang Perekonomian Nasran, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Johansyah, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Suarman, Kabag Perekonomian Rozalek, TPID, perwakilan Bulog, serta unsur aparat keamanan.
Rangkaian agenda di tutup dengan rapat koordinasi lintas sektor guna memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah. Pemerintah ingin memastikan setiap potensi gangguan pasokan dapat di antisipasi lebih awal.
Azhar kembali menekankan bahwa stabilitas harga pangan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan pedagang dan distributor.
“Kami mengapresiasi pedagang yang tetap menjaga harga tetap rasional. Stabilitas ini harus kita jaga bersama demi kepentingan masyarakat luas,” tuturnya.
Secara nasional, momen Ramadhan memang kerap menjadi periode krusial bagi pengendalian inflasi pangan. Kenaikan permintaan rumah tangga, distribusi yang terhambat cuaca, hingga faktor spekulatif sering menjadi pemicu lonjakan harga. Karena itu, pola pemantauan rutin dan intervensi seperti GPM menjadi strategi yang terus di perkuat.
Upaya yang di lakukan Pemkot Sungai Penuh bersama Bapanas mencerminkan pendekatan preventif. Bukan menunggu harga melonjak, tetapi memastikan stabilitas sejak awal agar daya beli masyarakat tetap terjaga.(Tim)









