Viral Bocah SD Usulkan MBG Diganti Uang Rp15 Ribu Saat Ramadan, Begini Penjelasan Resmi BGN

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

KLIKINAJA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi bahan perbincangan jelang Ramadan 1447 H. Sebuah video yang menampilkan siswi kelas 2 SD mengusulkan agar jatah MBG selama puasa di ganti uang tunai Rp15 ribu viral di TikTok dan menuai respons luas dari publik.

Video tersebut di unggah akun TikTok Ibrahim Khafid dan hingga Senin, 16 Februari 2026, telah di tonton lebih dari 766 ribu kali. Dalam rekaman itu, siswi yang belum di ketahui asal sekolahnya berbicara santai menyampaikan harapan kepada pemerintah.

Ia meminta agar jatah makanan selama puasa bisa di uangkan. Menurutnya, uang itu bisa di gunakan membeli takjil untuk berbuka dan sebagian di tabung untuk membeli baju Lebaran.

“Kalau bisa saat puasa di ganti Rp15 ribu saja, supaya kami bisa beli takjil dan sisanya di tabung,” ucapnya dalam video tersebut.

Ia juga menyebut memiliki baju baru saat Idulfitri dari hasil tabungan sendiri akan terasa membanggakan. Unggahan itu kemudian di beri keterangan oleh pemilik akun sebagai saran polos dari seorang anak penerima manfaat MBG.

Respons Publik dan Polemik Penggantian Tunai

Reaksi warganet terbelah. Ada yang menganggap permintaan tersebut menggemaskan dan wajar dari sudut pandang anak-anak. Namun tak sedikit pula yang mengingatkan bahwa MBG bukan program bantuan tunai.

Baca Juga :  Guncangan Magnitudo 6,0 Getarkan Maluku, BMKG Pastikan Tanpa Tsunami

Sejumlah komentar menyoroti bahwa anggaran MBG sudah di hitung mencakup bahan pangan, distribusi, hingga operasional dapur penyedia makanan. Skema itu tidak dirancang untuk di konversi menjadi uang langsung kepada siswa.

“Program ini bukan sekadar membagikan makanan, tapi memastikan standar gizinya terpenuhi. Kalau diuangkan, mekanismenya berbeda,” tulis salah satu warganet.

Di sisi lain, beberapa sekolah memang mulai menyesuaikan jadwal pembagian makanan. Hal ini berkaitan dengan libur nasional Tahun Baru Imlek serta awal Ramadan pada 18–21 Februari 2026. Ada sekolah yang membagikan paket makanan untuk beberapa hari sekaligus sebagai langkah antisipasi.

Skema MBG Selama Ramadan Tetap Disesuaikan

Menanggapi perbincangan tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya telah memastikan bahwa program MBG tetap berjalan selama Ramadan. Keputusan ini diambil setelah koordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 26 Januari 2026.

Distribusi makanan memang mengalami penyesuaian teknis, menyesuaikan kondisi penerima manfaat. Untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, pembagian tetap berlangsung seperti biasa karena mereka tidak wajib berpuasa.

Sementara bagi siswa di wilayah mayoritas Muslim, makanan di bagikan saat jam sekolah untuk dibawa pulang dan di konsumsi saat berbuka. Di daerah dengan mayoritas non-Muslim, pelaksanaan MBG tidak mengalami perubahan.

Baca Juga :  Di Negara Ini, Akun Anak di Bawah 16 Tahun Diblokir Meta

Ketua BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa mekanisme serupa juga di terapkan di lingkungan pesantren. Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta mengatur waktu distribusi mendekati waktu berbuka agar tetap relevan dengan kebutuhan santri.

“Prinsipnya program tetap berjalan. Hanya waktu distribusinya yang menyesuaikan agar bisa di konsumsi saat berbuka,” jelasnya.

Konteks Lebih Luas: Tujuan MBG dan Tantangan Implementasi

MBG di rancang sebagai program intervensi gizi untuk memastikan anak-anak dan kelompok rentan mendapatkan asupan nutrisi seimbang. Fokus utamanya bukan sekadar kenyang, melainkan kualitas gizi yang terukur.

Penggantian dalam bentuk uang tentu akan mengubah karakter program. Pengawasan kualitas gizi menjadi sulit di lakukan bila dana di berikan langsung kepada penerima. Risiko perbedaan penggunaan dana juga terbuka lebar.

Di sisi lain, aspirasi yang muncul dari anak tersebut menunjukkan bagaimana program pemerintah kerap di persepsikan berbeda oleh penerima manfaat. Bagi anak-anak, kebutuhan menjelang Lebaran seperti baju baru terasa nyata dan dekat. Sedangkan pemerintah melihat MBG sebagai investasi jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia.

Perbincangan ini menjadi refleksi bahwa kebijakan publik bukan hanya soal anggaran dan teknis, tetapi juga komunikasi yang tepat kepada masyarakat termasuk anak-anak sebagai penerima manfaat langsung.(Tim)

Berita Terkait

Eks Kapolres Bima Kota Jadi Tersangka Narkoba, Bareskrim Ungkap Barang Bukti
KPK Pastikan Tindak Lanjut Laporan Dugaan Korupsi yang Seret Nama Gubernur Jambi Al Haris
Akun WhatsApp Disadap dari Jauh, Ini Ciri dan Cara Mengamankannya
BSU Rp600 Ribu Februari 2026 Mulai Cair, Ini Panduan Lengkapnya
Perkara Hogi Minaya Dihentikan, Kisah Kejar Jambret Berakhir Lega
Daftar BPJS Kesehatan Kini Bisa Online, Ini Panduan Lengkapnya
Kejagung Amankan Dua Kajari, Dugaan Konflik Kepentingan Menguat
Sejak 2010 hingga 2026, Jejak Waktu Danau-Danau di Indonesia yang Pernah Surut
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 17:00 WIB

Viral Bocah SD Usulkan MBG Diganti Uang Rp15 Ribu Saat Ramadan, Begini Penjelasan Resmi BGN

Sabtu, 14 Februari 2026 - 06:00 WIB

Eks Kapolres Bima Kota Jadi Tersangka Narkoba, Bareskrim Ungkap Barang Bukti

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:00 WIB

KPK Pastikan Tindak Lanjut Laporan Dugaan Korupsi yang Seret Nama Gubernur Jambi Al Haris

Kamis, 5 Februari 2026 - 06:00 WIB

Akun WhatsApp Disadap dari Jauh, Ini Ciri dan Cara Mengamankannya

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:00 WIB

BSU Rp600 Ribu Februari 2026 Mulai Cair, Ini Panduan Lengkapnya

Berita Terbaru