KLIKINAJA – Komitmen menekan angka stunting terus di perkuat Pemerintah Kota Sungai Penuh dengan strategi yang menyentuh seluruh siklus kehidupan, mulai dari remaja putri, ibu hamil, hingga balita. Pendekatan yang di gunakan memadukan intervensi spesifik dan sensitif agar hasilnya lebih terukur dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Gunardi, menjelaskan bahwa penanganan di fokuskan pada pencegahan sejak masa kehamilan. Ibu hamil yang terdeteksi mengalami kekurangan energi kronis (KEK) atau anemia langsung mendapatkan perhatian khusus melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
“PMT di berikan baik dari program pemerintah pusat maupun melalui anggaran lokal yang sudah di alokasikan di setiap desa. Penanganan harus di mulai sejak dini agar risiko stunting bisa di tekan,” kata Gunardi, Senin (16/2/2026).
Selain itu, pencegahan juga di lakukan pada kelompok remaja putri. Pemerintah mewajibkan konsumsi tablet tambah darah dua kali dalam seminggu, baik bagi pelajar maupun remaja di luar sekolah. Program ini telah berjalan di seluruh satuan pendidikan, mulai tingkat SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Untuk balita yang masuk kategori kurang gizi atau berada di bawah minus dua standar deviasi, intervensi di lakukan secara rutin dengan pemberian makanan tambahan, baik berbasis lokal maupun produk pabrikan. Langkah ini di harapkan mampu mengejar ketertinggalan pertumbuhan anak.
Gunardi menambahkan, cakupan imunisasi dasar lengkap di Kota Sungai Penuh telah mencapai 100 persen untuk anak usia di bawah lima tahun. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Tak berhenti pada intervensi kesehatan, pemerintah juga menjalankan program sensitif seperti pelayanan KB pasca persalinan, peningkatan akses layanan kesehatan bagi keluarga prasejahtera, serta pendampingan intensif oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Sungai Penuh (TP3S).
Dengan strategi menyeluruh dan dukungan lintas sektor, Pemkot Sungai Penuh optimistis angka stunting dapat di tekan secara konsisten, sekaligus membangun fondasi generasi sehat di masa depan.(Tim)









