KLIKINAJA – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah semakin dekat. Umat Muslim di Provinsi Jambi mulai menyiapkan diri menyambut ibadah puasa, termasuk memastikan jadwal imsak dan waktu berbuka agar tidak terjadi kekeliruan saat sahur maupun magrib.
Informasi resmi jadwal imsakiyah untuk wilayah Jambi di publikasikan melalui akun media sosial Kementerian Agama Provinsi Jambi dan mencakup 11 kabupaten/kota. Data tersebut menjadi pedoman waktu salat sekaligus penanda awal dan akhir puasa setiap harinya.
Untuk wilayah Kota Jambi, pada hari pertama Ramadan, waktu imsak tercatat pukul 04.49 WIB, Subuh 04.59 WIB, dan Magrib atau waktu berbuka pukul 18.27 WIB. Angka ini menjadi acuan utama karena posisi ibu kota provinsi sering di jadikan patokan pembanding daerah lain.
Seiring berjalannya hari, waktu imsak dan Subuh akan mengalami perubahan beberapa menit lebih awal. Pada akhir Ramadan, imsak di perkirakan berada di kisaran 04.46 WIB dan Subuh 04.56 WIB. Sementara waktu Magrib bergerak dari sekitar 18.27 WIB menjadi kurang lebih 18.20 WIB menjelang akhir bulan.
Perubahan ini merupakan konsekuensi dari pergerakan posisi matahari yang terus bergeser setiap hari.
Selisih Waktu Antar Kabupaten/Kota di Jambi
Meski berada dalam satu provinsi, terdapat perbedaan waktu imsak dan berbuka di sejumlah daerah. Faktor geografis dan letak koordinat masing-masing wilayah memengaruhi perhitungan hisab yang di gunakan dalam penyusunan jadwal.
Kabupaten Batanghari dan Sarolangun memiliki waktu imsak sekitar dua menit lebih cepat di banding Kota Jambi. Wilayah Tebo tercatat lima menit lebih awal, sementara Merangin dan Bungo sekitar enam menit lebih cepat.
Perbedaan paling mencolok terjadi di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh. Di dua daerah tersebut, selisih waktu dapat mencapai 12 hingga 13 menit dari jadwal Kota Jambi.
Karena itu, masyarakat di imbau untuk menyesuaikan jadwal dengan daerah domisili masing-masing agar sahur tidak melewati batas imsak dan berbuka tepat saat Magrib tiba.
Secara historis, perbedaan waktu seperti ini bukan hal baru. Indonesia yang terbentang luas memang memiliki variasi waktu ibadah meski berada dalam zona waktu yang sama.
Dalam praktiknya, Kementerian Agama menggunakan metode perhitungan astronomi yang di sesuaikan dengan titik koordinat setiap kabupaten/kota. Akurasi ini penting demi menjaga keseragaman dan kepastian ibadah umat.
Menjelang Ramadan, kebutuhan akan jadwal imsakiyah selalu meningkat. Banyak warga mencetak jadwal dalam bentuk poster, menyimpannya di ponsel, atau membagikannya melalui grup keluarga. Kebiasaan ini membantu seluruh anggota keluarga mengatur waktu sahur, salat berjemaah, hingga berbuka bersama.
Dengan memahami jadwal secara detail, masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tertib dan khusyuk.(Tim)









