KLIKINAJA – Isu hilangnya dana nasabah di cabang Bank Jambi wilayah Sarolangun memicu keresahan warga sejak awal pekan ini. Sejumlah rekening dilaporkan mengalami pengurangan saldo secara tiba-tiba dengan total kerugian yang di sebut mencapai puluhan juta rupiah.
Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sarolangun memastikan kondisi kas daerah tidak terdampak. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sarolangun (BPKAD) Sarolangun, Kasyadi, menyatakan dana milik pemerintah tetap dalam posisi aman.
“Gangguan yang terjadi hanya berdampak pada layanan transaksi, khususnya pencairan anggaran yang untuk sementara belum dapat di proses,” katanya.
Ia menegaskan bahwa dana kas daerah tidak berkurang dan tetap tercatat sebagaimana mestinya. Pernyataan itu di sampaikan pada Senin (23/2) sebagai respons atas kekhawatiran publik.
Nasabah Datangi Kantor Cabang
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas warga yang mendatangi kantor cabang Bank Jambi di Sarolangun. Namun, layanan belum berjalan normal karena kantor masih ditutup sementara guna proses perbaikan sistem.
Sebagian besar nasabah yang datang di ketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN). Mereka ingin memastikan kondisi tabungan masing-masing sekaligus meminta kepastian terkait mekanisme pengembalian dana yang di laporkan hilang.
Kabar mengenai saldo yang raib menyebar cepat di tengah masyarakat. Situasi ini membuat sejumlah nasabah memilih mendatangi kantor cabang secara langsung untuk memperoleh penjelasan resmi.
Pencairan Anggaran Tertunda Sementara
Kasyadi menjelaskan, meski kas daerah aman, proses pencairan anggaran pemerintah belum dapat di lakukan sampai sistem perbankan kembali normal. Hal ini berpotensi menunda beberapa aktivitas administrasi yang bergantung pada transaksi perbankan.
Hingga berita ini ditulis, pihak Bank Jambi masih melakukan penelusuran penyebab gangguan. Masyarakat di imbau tetap tenang sambil menunggu keterangan resmi serta penyelesaian yang tengah di proses manajemen bank.(Tim)









