4 Gejala Batu Ginjal yang Sering Tak Disadari, Ini Penjelasan Dokter

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Gangguan ginjal kerap berkembang tanpa tanda yang mencolok. Banyak orang baru menyadari ada masalah ketika rasa sakit datang tiba-tiba dan terasa tak tertahankan. Salah satu kondisi yang sering luput terdeteksi adalah batu ginjal.

Batu ginjal terbentuk dari endapan mineral yang mengeras di dalam ginjal. Pada fase awal, ukurannya bisa kecil dan tidak menimbulkan keluhan. Itulah sebabnya banyak kasus baru terungkap saat seseorang menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.

Dokter Spesialis Urologi Widi Atmoko menyebutkan, sebagian besar pasien tidak merasakan gejala apa pun di tahap awal. Ia menyampaikan hal itu dalam sebuah agenda peluncuran pusat layanan urologi di Eka Hospital, Jakarta.

Menurutnya, pemeriksaan berkala seperti USG sangat membantu mendeteksi batu sebelum menimbulkan komplikasi. Begitu batu membesar atau bergerak menuju saluran kemih, barulah keluhan muncul.

Berikut empat gejala yang patut di waspadai.

1. Nyeri Tajam di Pinggang yang Menjalar

Rasa sakit di area pinggang menjadi keluhan paling sering di laporkan. Nyeri ini muncul ketika batu bergerak dari ginjal menuju ureter, saluran sempit penghubung ginjal dan kandung kemih.

Diameter ureter sekitar 4 milimeter. Saat batu berukuran 5 milimeter melintas, gesekan dan tekanan yang terjadi dapat memicu rasa nyeri hebat. Tak jarang, sakitnya menjalar ke perut bagian bawah hingga selangkangan.

Baca Juga :  Efek Kopi untuk Ginjal dan Liver: Antara Manfaat dan Risiko, Ini Pandangan Medis

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai kolik ginjal. Intensitasnya bisa membuat penderita sulit bergerak atau mencari posisi nyaman.

2. Urine Mengandung Butiran Seperti Pasir

Sebagian orang menemukan perubahan saat buang air kecil. Ada endapan atau butiran kecil menyerupai pasir yang ikut keluar bersama urine.

Butiran tersebut merupakan serpihan batu berukuran mikro. Banyak yang menganggapnya hal sepele, padahal itu bisa menjadi sinyal awal adanya batu ginjal.

Jika kondisi ini terjadi berulang, pemeriksaan medis sebaiknya tidak di tunda. Deteksi cepat akan mencegah batu bertambah besar.

3. Warna Urine Kemerahan atau Kecokelatan

Ketika batu bergesekan dengan dinding saluran kemih, luka kecil dapat terjadi. Dari situlah muncul perdarahan.

Perubahan warna urine menjadi kemerahan atau kecokelatan perlu di cermati. Pada beberapa kasus, darah tidak tampak jelas, tetapi tetap terdeteksi melalui tes laboratorium.

Keluhan ini sering hadir bersamaan dengan nyeri saat batu sedang bergerak.

4. Demam, Mual, hingga Muntah

Jika batu menyebabkan sumbatan atau memicu infeksi, gejalanya bisa lebih berat. Penderita dapat mengalami demam, menggigil, di sertai mual dan muntah.

Baca Juga :  7 Buah Penurun Tekanan Darah Tinggi yang Direkomendasikan Ahli

Kondisi ini menandakan gangguan sudah berkembang dan membutuhkan penanganan segera. Bila di abaikan, risiko dehidrasi dan gangguan fungsi ginjal dapat meningkat.

Mengapa Deteksi Dini Batu Ginjal Penting?

Batu ginjal tidak muncul begitu saja. Kurang minum air, kebiasaan menahan kencing, konsumsi garam berlebihan, hingga suplemen tertentu dapat meningkatkan risiko pembentukan kristal mineral di ginjal.

Di Indonesia, kasus batu ginjal cukup sering di temukan, terutama pada orang dewasa dengan pola hidup kurang aktif. Cuaca panas dan kurangnya asupan cairan turut berperan mempercepat pembentukan endapan mineral.

Pemeriksaan rutin, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat batu ginjal atau infeksi saluran kemih berulang, menjadi langkah preventif yang masuk akal. USG sederhana bisa membantu menemukan batu sejak ukurannya masih kecil sehingga penanganan lebih ringan dan risiko komplikasi dapat ditekan.

Menjaga asupan cairan minimal dua liter per hari, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta mengontrol asupan garam adalah langkah sederhana yang berdampak besar bagi kesehatan ginjal dalam jangka panjang.(Tim)

Berita Terkait

Puasa bagi Penderita Maag: Panduan Aman Agar Asam Lambung Tetap Terkendali
Buah dan Sayur Terbaik agar Pencernaan Lancar Saat Puasa Ramadan
Air Kelapa untuk Ramadan: 6 Manfaat dan Waktu Terbaik Minum
Tidur Setelah Sahur, Aman atau Berisiko bagi Kesehatan Puasa?
Asam Urat atau Rematik? Begini Cara Mengenalinya
Gatal Tak Kunjung Hilang Bisa Tanda Ginjal Bermasalah, Ini Bedanya
Rutin Minum Air Rebusan Kayu Manis, Ini Khasiatnya bagi Tubuh
Telur Ayam vs Telur Bebek, Mana Lebih Sehat Dimakan Setiap Hari?
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 06:00 WIB

4 Gejala Batu Ginjal yang Sering Tak Disadari, Ini Penjelasan Dokter

Minggu, 22 Februari 2026 - 12:00 WIB

Puasa bagi Penderita Maag: Panduan Aman Agar Asam Lambung Tetap Terkendali

Minggu, 22 Februari 2026 - 07:00 WIB

Buah dan Sayur Terbaik agar Pencernaan Lancar Saat Puasa Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:00 WIB

Air Kelapa untuk Ramadan: 6 Manfaat dan Waktu Terbaik Minum

Minggu, 8 Februari 2026 - 06:00 WIB

Tidur Setelah Sahur, Aman atau Berisiko bagi Kesehatan Puasa?

Berita Terbaru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Nasional

Kapan THR ASN 2026 Cair? Ini Jadwal dan Besaran Anggarannya

Selasa, 24 Feb 2026 - 08:00 WIB