KLIKINAJA – Al Haris memilih turun langsung ke Jakarta demi satu agenda besar: memperjuangkan tambahan kuota rumah layak huni bagi masyarakat Jambi. Ia bertemu dengan Maruarar Sirait di Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Senin (23/2/2026), dengan membawa seluruh kepala daerah se-Provinsi Jambi.
Tak sekadar kunjungan formal, pertemuan itu menjadi forum serius yang membahas kebutuhan riil warga. Para bupati, wali kota, hingga kepala dinas perumahan hadir lengkap, menunjukkan bahwa isu papan kini menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Al Haris menegaskan, persoalan rumah bukan hanya urusan bangunan fisik. Di baliknya ada kualitas hidup, kesehatan keluarga, hingga masa depan anak-anak.
“Kami hadir di sini membawa puluhan ribu aspirasi rakyat Jambi yang merindukan rumah layak huni. Kami berharap program-program seperti bedah rumah (BSPS), penataan kawasan kumuh, hingga rumah subsidi bisa di gelontorkan secara masif ke Jambi,” ujar Al Haris.
Ia memastikan, pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota telah menyiapkan data penerima secara detail agar bantuan tepat sasaran.
“Intinya, kami ingin kawasan di Jambi jadi baik, ekonominya bagus, dan pendidikan anak-anak terjamin karena rumahnya sehat,” lanjutnya.
Empat Strategi Perumahan untuk Jambi
Menanggapi permintaan tersebut, Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara menyampaikan bahwa pemerintah pusat menaruh perhatian besar pada sektor perumahan, sejalan dengan arahan Prabowo Subianto.
Ia mengungkapkan, diskusi selama dua jam itu menghasilkan sejumlah rencana konkret. Salah satunya adalah skema penurunan bunga kredit menjadi 5 persen bagi sekitar 16 juta nasabah, terutama pelaku usaha rumahan dan ibu-ibu produktif.
“Tadi sudah kita diskusikan selama dua jam. Kita akan lakukan terobosan besar. Saya sudah buat proposal untuk mengurangi bunga menjadi 5% bagi 16 juta nasabah, terutama untuk ibu-ibu yang berusaha di rumah,” kata Ara.
Secara khusus, ia memaparkan empat strategi yang akan difokuskan di Jambi. Pertama, pemberdayaan ekonomi rumah tangga melalui kolaborasi dengan PNM Mekaar, agar rumah yang direnovasi juga menjadi pusat usaha keluarga. Kedua, penataan kawasan kumuh supaya berubah menjadi lingkungan sehat dan tertata.
Ketiga, optimalisasi program BSPS atau bedah rumah agar seluruh kabupaten/kota mendapat alokasi merata. Keempat, penyederhanaan akses KPR tapak dan rumah susun untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Kunjungan Lapangan Setelah Lebaran
Ara mengapresiasi langkah Al Haris yang datang dengan data lengkap serta melibatkan seluruh kepala daerah. Menurutnya, pendekatan kolektif seperti ini mempercepat sinkronisasi program pusat dan daerah.
“Saya senang ketemu Gubernur yang punya hati dan profesional seperti Pak Al Haris dan Pak Rusdy Mastura. Kita akan hadir langsung ke Jambi dan Sulteng bulan April nanti untuk memastikan program ini berjalan,” ujarnya.
Rencana kunjungan balasan usai Lebaran menjadi sinyal bahwa pembahasan ini tidak berhenti di meja rapat. Pemerintah pusat ingin memastikan implementasi di lapangan berjalan sesuai target.
Isu perumahan memang menjadi tantangan besar di banyak daerah. Data nasional menunjukkan backlog perumahan masih menyentuh jutaan unit, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Tanpa intervensi terstruktur, kesenjangan hunian layak bisa berdampak panjang terhadap kesehatan dan produktivitas warga.
Di Jambi sendiri, pertumbuhan penduduk dan urbanisasi mendorong kebutuhan hunian baru setiap tahun. Kolaborasi aktif antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan kementerian di harapkan mampu mempercepat realisasi rumah layak, sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.
Audiensi ini turut di hadiri Kepala Dinas Kominfo, Kepala Bappeda, Plt. Kadis Perkimtan, Karo Kesra, Plt. Karo Adpim, serta Plt. Kepala Badan Penghubung Provinsi Jambi. Pertemuan tersebut menandai langkah konkret memperkuat sinergi pusat dan daerah demi memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan terjangkau.(Tim)









