KLIKINAJA – Harga emas perhiasan pada Selasa, 24 Februari 2026, kembali menjadi sorotan pelaku pasar dan masyarakat yang tengah mempertimbangkan pembelian logam mulia. Kenaikan dan penyesuaian harga di berbagai kadar karat membuat calon pembeli perlu mencermati detail sebelum bertransaksi.
Berdasarkan pembaruan terbaru, berikut rincian harga emas perhiasan dari kadar tertinggi hingga terendah:
Harga tersebut mencerminkan kandungan emas murni di dalam masing-masing perhiasan. Semakin tinggi kadar karat, semakin besar persentase emasnya, sehingga nilai jualnya ikut terdongkrak.
Pergerakan harga emas domestik tidak berdiri sendiri. Dinamika harga emas dunia, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta tingkat permintaan pasar lokal ikut memengaruhi banderol yang di terapkan pedagang. Kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil juga membuat emas tetap menjadi pilihan penyimpan nilai bagi sebagian masyarakat.
Bagi pembeli perhiasan, ada baiknya tidak hanya terpaku pada harga per gram. Perhatikan pula ongkos pembuatan, desain, serta potensi selisih harga jual kembali. Perhiasan umumnya memiliki spread lebih tinggi di banding emas batangan, sehingga strategi pembelian perlu di sesuaikan dengan tujuan, apakah untuk koleksi, gaya, atau investasi jangka panjang.
Emas Masuk Ekosistem Kripto, Ini Cara Kerjanya
Di sisi lain, transformasi digital turut mengubah cara orang memiliki emas. Kini logam mulia tidak hanya hadir dalam bentuk fisik, tetapi juga tersedia sebagai aset digital berbasis blockchain.
Salah satu produk yang cukup di kenal adalah Pax Gold (PAXG). Token ini di rancang dengan skema jaminan satu banding satu, di mana setiap 1 PAXG merepresentasikan 1 troy ons emas fisik standar London Good Delivery. Emas tersebut di simpan di fasilitas penyimpanan berstandar internasional di London.
PAXG di terbitkan dan di kelola oleh Paxos Trust Company, perusahaan yang berada di bawah pengawasan regulator keuangan Negara Bagian New York. Struktur ini memberi lapisan kepercayaan tambahan bagi investor yang ingin mengakses emas melalui jalur digital.
Model tersebut membuka peluang bagi investor untuk membeli emas dalam pecahan kecil tanpa perlu menyimpan fisiknya. Transaksi dapat di lakukan melalui berbagai platform perdagangan kripto, dengan likuiditas yang relatif cepat di banding jual beli emas konvensional.
Fenomena ini muncul seiring meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sebagian investor melihat emas digital sebagai jembatan antara stabilitas logam mulia dan fleksibilitas teknologi blockchain.
Meski demikian, perdagangan aset kripto tetap memiliki risiko fluktuasi harga dan volatilitas pasar. Nilai token dapat bergerak mengikuti dinamika permintaan dan kondisi pasar kripto secara keseluruhan. Riset mandiri dan manajemen risiko menjadi langkah dasar sebelum mengambil keputusan.









