ASN Kerinci Wajib Absen di Pasar Bedug Selama Ramadhan, Ada Apa?

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Suasana berbeda mewarnai bulan Ramadan 1447 H/2026 M di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di dua kecamatan di minta melakukan presensi pulang kerja bukan di kantor, melainkan di kawasan Pasar Ramadan Bukit Tengah, Kecamatan Siulak.

Kebijakan itu tertuang dalam surat bernomor 100.3.4-5/BKPSDM/II/2026 tertanggal 22 Februari 2026. Surat tersebut di sebut sebagai tindak lanjut dari arahan lisan Bupati Kerinci, Monadi, saat membuka Pasar Ramadan tingkat kabupaten pada 19 Februari 2026.

Aturan ini berlaku setiap Senin hingga Kamis sepanjang Ramadan. Namun, tidak semua perangkat daerah terdampak. Kewajiban presensi di lokasi pasar hanya diberlakukan bagi ASN yang bertugas di Kecamatan Siulak dan Kecamatan Siulak Mukai. Instansi lainnya tetap menjalankan sistem absensi seperti biasa.

Presensi Dipindah ke Area Publik

Perpindahan titik presensi ke ruang publik memunculkan beragam tanggapan. Sejumlah ASN mengaku baru pertama kali mengalami kebijakan semacam ini sepanjang karier mereka sebagai pegawai negeri.

Baca Juga :  Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Gerak Cepat Terapkan Pelayanan Prima Plus di Seluruh Desa

Seorang ASN yang meminta identitasnya di rahasiakan menuturkan bahwa selama ini absensi pulang kerja selalu di lakukan di kantor atau melalui sistem digital. Ia menyebut kebijakan terbaru tersebut sebagai hal yang tidak lazim dalam praktik birokrasi sehari-hari.

ASN lainnya mengungkapkan keheranannya dengan menyatakan bahwa presensi biasanya identik dengan lingkungan kerja resmi. Menurutnya, memindahkan absensi ke pusat keramaian tentu menimbulkan pertanyaan tentang urgensi dan mekanisme pengawasannya.

Kritik juga muncul terkait aspek teknis di lapangan. Kawasan Pasar Ramadan Bukit Tengah berada di jalur menurun dan menanjak dekat Tugu PKK. Pada sore hari, arus kendaraan di area itu meningkat tajam.

“Setiap jam pulang kantor, kendaraan memadati badan jalan. Lokasinya dekat turunan dan tanjakan, cukup rawan jika tidak di atur dengan baik,” ujar seorang ASN lainnya, menggambarkan kondisi yang ia lihat setiap hari.

Dugaan Dorong Ekonomi Ramadan

Di tengah perdebatan tersebut, berkembang asumsi bahwa kebijakan ini bertujuan menggerakkan roda ekonomi lokal. Kehadiran ratusan ASN di area pasar pada jam pulang kerja di nilai berpotensi meningkatkan transaksi pedagang selama Ramadan.

Baca Juga :  Seleksi Terbuka JPT Pratama Kerinci Tuntas, Enam Kepala Dinas Resmi Dilantik

Secara konsep, penguatan ekonomi mikro melalui momentum Ramadan memang kerap di lakukan berbagai daerah. Pasar Ramadan menjadi ruang perputaran uang yang signifikan, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Jika benar diarahkan ke sana, kebijakan ini bisa di baca sebagai strategi mendorong belanja pegawai di pusat kegiatan masyarakat.

Namun efektivitasnya tetap menjadi bahan diskusi. Sistem presensi pada dasarnya di rancang sebagai instrumen disiplin dan pengawasan kinerja. Karena itu, aspek keamanan, ketertiban lalu lintas, hingga kepastian teknis pelaksanaan menjadi faktor yang tak bisa di abaikan.

Sejumlah kalangan berharap pemerintah daerah segera memberikan penjelasan terbuka agar polemik tidak melebar. Evaluasi berkala juga di anggap perlu, terutama jika kebijakan tersebut menimbulkan risiko keselamatan atau gangguan arus lalu lintas.(Tim)

Berita Terkait

Bupati Sarolangun Hurmin Sentil Kepala OPD yang Enggan Hadapi Tekanan Anggaran
Awal 2028, Kerinci Gelar Pilkades Serentak Terbesar
DLH Sungai Penuh Intensifkan Kebersihan Pasar Ramadhan Malam Hari
Stok Obat RSUD Raden Mattaher Jambi Dipastikan Aman Selama Ramadan dan Lebaran
Datang Ramai-Ramai ke Jakarta, Ini Misi Besar Al Haris untuk Warga Jambi
Gangguan Bank Jambi, BPKAD Sarolangun Pastikan Kas Daerah Tetap Aman
Bank Jambi Laporkan Gangguan Sistem ke Polisi, Dana Nasabah Dijamin Aman
Azhar Hamzah Usulkan Bedah Rumah dan Rusun MBR ke Menteri PKP
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 23:00 WIB

Bupati Sarolangun Hurmin Sentil Kepala OPD yang Enggan Hadapi Tekanan Anggaran

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:00 WIB

Awal 2028, Kerinci Gelar Pilkades Serentak Terbesar

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:02 WIB

ASN Kerinci Wajib Absen di Pasar Bedug Selama Ramadhan, Ada Apa?

Selasa, 24 Februari 2026 - 18:00 WIB

DLH Sungai Penuh Intensifkan Kebersihan Pasar Ramadhan Malam Hari

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:00 WIB

Stok Obat RSUD Raden Mattaher Jambi Dipastikan Aman Selama Ramadan dan Lebaran

Berita Terbaru

Daerah

Awal 2028, Kerinci Gelar Pilkades Serentak Terbesar

Selasa, 24 Feb 2026 - 21:00 WIB

Uncategorized

Cara Membuat Link WhatsApp Otomatis dengan Pesan Tanpa Aplikasi

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:00 WIB