KLIKINAJA – Toyota bersiap memperluas keluarga Land Cruiser lewat kehadiran Land Cruiser FJ yang di jadwalkan meluncur di Thailand pada Maret 2026. Model ini di posisikan sebagai varian lebih ringkas dari lini Land Cruiser, menyasar konsumen yang mendambakan SUV ladder frame tangguh tanpa ukuran dan harga setinggi versi flagship.
Peluncuran di Negeri Gajah Putih menjadi langkah awal sebelum model ini merambah pasar lain di Asia Tenggara. Momentum tersebut di nilai strategis, mengingat permintaan SUV berkarakter adventure masih stabil, termasuk di Indonesia.
Secara posisi produk, Land Cruiser FJ akan berada di bawah varian Land Cruiser berukuran besar. Targetnya jelas: pengguna aktif, generasi muda, hingga pencinta kegiatan luar ruang yang butuh kendaraan kuat namun tetap nyaman di pakai harian.
Desain Klasik Modern dan Dimensi Lebih Bersahabat
Dari sisi tampilan, Land Cruiser FJ membawa siluet mengotak yang mengingatkan pada DNA Land Cruiser generasi awal. Fascia depan menampilkan grille horizontal dengan tulisan “Toyota” yang tegas, di padukan lampu LED serta daytime running light berdesain simpel namun modern.
Bagian samping terlihat kokoh berkat pilar tebal dan overfender besar. Di buritan, pintu bagasi model samping dengan ban serep yang menempel memperkuat identitas SUV sejati. Sentuhan ini bukan sekadar gaya, melainkan ciri khas kendaraan penjelajah medan berat.
Dimensinya tercatat sekitar 4.575 mm untuk panjang, 1.855 mm lebar, dan tinggi 1.960 mm, dengan wheelbase 2.580 mm. Angka tersebut membuatnya lebih kompak di banding Land Cruiser besar, tetapi tetap memiliki postur tinggi dan ground clearance memadai untuk menghadapi jalur tanah, pasir, hingga bebatuan.
Kabin di rancang untuk lima orang penumpang. Konsepnya mengarah ke SUV lifestyle cukup praktis untuk mobilitas kota, namun siap di ajak bertualang saat akhir pekan.
Mesin 2.7 Liter dan Sistem 4WD Andal
Untuk pasar Thailand, Toyota membekali Land Cruiser FJ dengan mesin bensin 2.7 liter berkode 2TR-FE. Mesin empat silinder naturally aspirated ini sudah lama di kenal tangguh dan mudah dalam perawatan.
Output tenaganya berada di kisaran 163 PS dengan torsi sekitar 246 Nm, di salurkan melalui transmisi otomatis 6-percepatan. Kombinasi tersebut menitikberatkan pada daya tahan dan karakter respons yang stabil di berbagai kondisi jalan.
Sistem penggerak part-time 4WD turut di sematkan, lengkap dengan pilihan mode H2, H4, dan L4. Fitur rear differential lock hadir untuk menjaga traksi saat roda kehilangan cengkeraman di medan licin atau tidak rata.
Land Cruiser FJ di bangun menggunakan platform IMV0 berbasis ladder frame, struktur yang selama ini identik dengan kendaraan niaga dan SUV tangguh Toyota. Artinya, konstruksi sasis lebih fokus pada kekuatan dan daya tahan di banding sekadar kenyamanan khas SUV monokok.
Di pasar global, tren SUV kompak berkarakter off-road memang sedang naik daun. Konsumen tak lagi hanya mencari kendaraan besar, melainkan model yang lebih fleksibel untuk perkotaan tanpa kehilangan kemampuan jelajah. Celah inilah yang tampaknya ingin diisi Toyota melalui Land Cruiser FJ.
Bagi Indonesia, peluangnya cukup terbuka. Segmen SUV ladder frame masih di minati, terutama di daerah dengan kontur jalan beragam. Jika resmi masuk Tanah Air, Land Cruiser FJ bisa menjadi opsi baru bagi konsumen yang menginginkan perpaduan desain klasik, sistem 4WD mumpuni, dan mesin bensin 2.7 liter yang telah teruji.(Tim)









