KLIKINAJA – Cuaca ekstrem melanda wilayah Kayu Aro dan Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi yang datang bersamaan dengan angin puting beliung memicu banjir bandang hingga merendam sejumlah rumah warga.
Air yang turun dari kawasan lereng Gunung Kerinci membawa material berupa batu dan kerikil. Aliran deras tersebut mengarah ke permukiman penduduk serta meluap hingga ke ruas jalan nasional yang melintasi kawasan tersebut.
Seorang warga Desa Tangkil, Warno, mengungkapkan bahwa angin puting beliung muncul bersamaan dengan hujan lebat yang tiba-tiba mengguyur wilayah itu.
“Angin puting beliung datang bersamaan dengan hujan deras sekitar pukul 14.00 WIB dan menerjang Desa Tangkil,” ujar Warno.
Selain merusak sejumlah bangunan rumah, derasnya air dari kawasan pegunungan juga membawa material yang menutup sebagian badan jalan nasional. Kondisi tersebut membuat arus kendaraan sempat terganggu karena jalan di penuhi air, batu, dan kerikil yang terbawa arus.
“Air dari arah Gunung Kerinci turun sangat deras membawa batu kerikil hingga melimpah ke jalan nasional,” tambahnya.
Drainase Minim Diduga Perparah Banjir
Banjir bandang tidak hanya melanda Desa Tangkil. Di Desa Bumbun Duri, Kecamatan Gunung Tujuh, air juga dilaporkan masuk ke sejumlah rumah warga. Air yang datang dengan cepat membuat warga panik dan berusaha menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah.
Wely, warga setempat, membenarkan bahwa genangan air sempat masuk ke pemukiman penduduk. Ia menilai kondisi tersebut diperparah oleh belum adanya sistem drainase yang memadai di kawasan tersebut.
“Karena tidak ada saluran drainase, air hujan langsung mengalir ke halaman rumah warga dan akhirnya masuk ke dalam rumah,” kata Wely.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan agar kejadian serupa tidak terus berulang saat curah hujan tinggi melanda kawasan Gunung Tujuh.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa membuat drainase yang baik supaya air tidak langsung mengalir ke rumah warga,” ujarnya.
Wilayah Kayu Aro dan Gunung Tujuh memang di kenal berada di kawasan dataran tinggi yang berada di sekitar lereng Gunung Kerinci. Ketika hujan deras turun dalam waktu lama, air dari kawasan Gunung dapat dengan cepat mengalir menuju permukiman di bagian bawah.
Kondisi geografis ini membuat beberapa desa rentan mengalami banjir bandang, terutama jika aliran air tidak memiliki jalur pembuangan yang memadai.
Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat setempat juga mulai menyoroti pentingnya penataan saluran air serta penguatan sistem mitigasi bencana di wilayah tersebut.
Pembangunan drainase, normalisasi aliran air, serta peningkatan kewaspadaan saat cuaca ekstrem di nilai menjadi langkah penting untuk meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di kawasan pegunungan Kerinci.(Tim)









