KLIKINAJA – Sesak napas sering kali di anggap sebagai gangguan pada paru-paru atau sistem pernapasan. Padahal, keluhan ini juga bisa berkaitan dengan masalah pada organ lain, seperti jantung atau gangguan lambung akibat naiknya asam lambung.
Di banyak kasus, penderita hanya merasakan dada terasa berat atau napas menjadi pendek tanpa mengetahui penyebab sebenarnya. Kondisi inilah yang kerap membuat orang terlambat menyadari adanya gangguan kesehatan yang lebih serius.
Dua penyebab yang cukup sering menimbulkan gejala serupa adalah penyakit jantung dan gangguan asam lambung. Keduanya sama-sama dapat memicu rasa tidak nyaman di dada hingga kesulitan bernapas, namun mekanisme terjadinya sangat berbeda.
Memahami perbedaan gejalanya dapat membantu seseorang mengenali tanda awal penyakit sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat sebelum kondisi berkembang lebih parah.
Ciri Sesak Napas yang Berasal dari Masalah Jantung
Sesak napas yang di picu oleh penyakit jantung biasanya berkaitan dengan kemampuan jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Ketika fungsi pompa jantung melemah, aliran darah menjadi tidak optimal dan cairan dapat menumpuk di paru-paru.
Penumpukan cairan ini membuat paru-paru kesulitan melakukan pertukaran oksigen secara normal. Akibatnya, penderita merasa napasnya pendek atau terasa berat.
Beberapa tanda yang sering muncul pada sesak napas akibat gangguan jantung antara lain:
Napas terasa semakin berat ketika melakukan aktivitas fisik
Sesak muncul saat berbaring sehingga penderita harus tidur dengan bantal tinggi
Disertai rasa nyeri atau tekanan di dada
Jantung berdebar lebih cepat dari biasanya
Kaki atau pergelangan kaki tampak bengkak
Mudah lelah meskipun melakukan aktivitas ringan.
Pada sebagian kasus, gejala tersebut dapat menjadi tanda awal gagal jantung atau gangguan pembuluh darah jantung. Karena itu, kondisi ini tidak boleh di anggap sepele, terutama jika muncul berulang atau semakin berat.
Sesak Napas yang Dipicu Asam Lambung Naik
Gangguan lambung juga dapat menimbulkan sensasi sesak napas. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), yaitu ketika asam lambung naik ke kerongkongan.
Saat asam lambung naik, dinding kerongkongan mengalami iritasi. Reaksi ini dapat memicu rasa panas di dada sekaligus sensasi napas terasa pendek atau tertekan.
Beberapa gejala yang sering menyertai sesak napas akibat asam lambung antara lain:
Rasa panas atau terbakar di dada
Keluhan muncul setelah makan atau ketika berbaring
Mulut terasa pahit atau asam
Tenggorokan terasa seperti ada yang mengganjal
Sesak berkurang setelah minum obat lambung
Pada sebagian orang, GERD juga dapat menyebabkan batuk yang berlangsung lama, suara menjadi serak, hingga iritasi pada tenggorokan.
Cara Membedakan dan Kapan Harus Memeriksakan Diri
Meski sama-sama menimbulkan keluhan sesak napas, pemicunya biasanya berbeda. Sesak yang berkaitan dengan jantung cenderung muncul saat tubuh beraktivitas dan sering di sertai nyeri dada. Sementara itu, sesak akibat asam lambung lebih sering muncul setelah makan atau saat posisi tubuh berbaring.
Namun perbedaan ini tidak selalu mudah di kenali. Dalam beberapa kondisi, gejala keduanya dapat terlihat sangat mirip sehingga pemeriksaan medis tetap di perlukan untuk memastikan penyebabnya.
Tenaga medis biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, rekam jantung, hingga evaluasi kondisi lambung untuk mengetahui sumber keluhan yang di alami pasien.
Segera mencari pertolongan medis menjadi langkah penting jika sesak napas di sertai tanda-tanda seperti nyeri dada yang menjalar ke lengan atau rahang, keringat dingin, pusing hebat, atau detak jantung yang tidak teratur. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda darurat medis yang memerlukan penanganan cepat.
Mengenali perbedaan sesak napas akibat gangguan jantung dan asam lambung membantu masyarakat lebih peka terhadap sinyal tubuh. Jika keluhan muncul berulang atau terasa semakin berat, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan sebaiknya tidak di tunda.(Tim)









