Abrasi Pesisir Tanjab Timur Meluas, 921 Hektare Tergerus Laut

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Tekanan abrasi di sepanjang garis pantai Kabupaten Tanjung Jabung Timur kian terasa nyata. Daratan pesisir terus tergerus gelombang laut, meninggalkan kerusakan yang tak hanya berdampak pada pemukiman warga, tetapi juga kawasan konservasi bernilai tinggi. Data terbaru Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat, luasan wilayah yang terdampak telah menembus angka 921 hektare.

Situasi tersebut membuat pemerintah daerah tak lagi bisa bergerak sendiri. Melalui DLH, Pemkab Tanjabtim resmi mengajukan permohonan penanganan abrasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Usulan itu di tujukan langsung ke direktorat yang membidangi pengelolaan perairan laut dan daratan.

Sekretaris DLH Tanjabtim, Irwanto, menjelaskan bahwa kawasan pesisir daerahnya memiliki struktur ruang yang rumit. Di wilayah Ujung Jabung, bentang alam tidak hanya terdiri dari area penggunaan lain, tetapi juga mencakup cagar alam serta kawasan esensial yang menjadi jalur hidup burung migran dari berbagai belahan dunia.

Baca Juga :  Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Tanjabtim per Januari 2026

Dampak Abrasi Menghilangkan Garis Pantai

Ia menegaskan, dampak abrasi jauh melampaui hilangnya garis pantai. Kerusakan tersebut berisiko mengganggu rantai ekosistem pesisir, mulai dari rusaknya habitat satwa hingga menurunnya fungsi alami mangrove sebagai pelindung daratan dari terjangan ombak.

Irwanto juga menyinggung kebijakan nasional yang belakangan di gulirkan pemerintah pusat, termasuk pembentukan Satuan Tugas Penanganan Mangrove Nasional serta penyusunan peta mangrove Indonesia. Dalam dokumen strategis itu, Tanjung Jabung Timur di tetapkan sebagai salah satu wilayah prioritas yang memerlukan perhatian khusus.

Untuk jangka panjang, DLH mendorong pendekatan berbasis alam dengan menghidupkan kembali ekosistem mangrove dan kawasan gambut pesisir. Namun menurut Irwanto, upaya tersebut tidak bisa berdiri sendiri tanpa proteksi fisik yang mampu meredam kekuatan gelombang laut.

“Penanganan harus di lakukan secara terpadu. Pembangunan pemecah gelombang perlu menjadi langkah awal, lalu di perkuat dengan penanaman mangrove secara bertahap,” terang Irwanto.

Baca Juga :  Pembalap Sulsel Meninggal di Sumatera Cup Prix 2025

Tekanan abrasi di pesisir timur Jambi sendiri bukan fenomena baru. Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan pola arus laut, penurunan tutupan mangrove, serta aktivitas manusia di kawasan pesisir mempercepat laju erosi pantai.

Jika tak di kendalikan, abrasi berpotensi mengancam infrastruktur desa pesisir, tambak warga, hingga jalur transportasi air yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat setempat.

Di tengah ancaman tersebut, keterbatasan fiskal daerah menjadi tantangan utama. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di nilai belum mampu membiayai proyek pengamanan pantai berskala besar yang di butuhkan untuk menahan laju kerusakan.

“Dengan luasan kerusakan mencapai ratusan hektare, APBD tidak mencukupi. Dukungan penuh dari pemerintah pusat sangat di butuhkan agar abrasi tidak semakin meluas,” tutupnya.(Tim)

Berita Terkait

Pemkab Tanjabtim Siapkan Excavator Amphibi, Solusi Baru Tangani Banjir Lahan Basah
Bulog Kuala Tungkal Serap 1.984 Ton Gabah Petani Tanjabbar–Tanjabtim
4.350 P3K dan PHTT Tanjabtim Terima Bantuan Zakat Rp350 Ribu Jelang Idulfitri
Dana Desa Tanjabtim 2026 Anjlok 63 Persen, Pembangunan Desa Tertekan
Musrenbang Mendahara Memanas, Lima Kades Walk Out Tuntut Keadilan Pembangunan
BKPSDMD Catat 129 ASN Tanjab Timur Pensiun Tahun Ini, Pensiun Dini Mandek
Kuota LPG 3 Kg Diperketat 2026, Pangkalan di Tanjabtim Dibatasi 200 Tabung
Harga Kelapa Anjlok di Tanjabtim, Cuaca Ekstrem Tekan Panen Petani
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:00 WIB

Pemkab Tanjabtim Siapkan Excavator Amphibi, Solusi Baru Tangani Banjir Lahan Basah

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:10 WIB

Bulog Kuala Tungkal Serap 1.984 Ton Gabah Petani Tanjabbar–Tanjabtim

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:00 WIB

4.350 P3K dan PHTT Tanjabtim Terima Bantuan Zakat Rp350 Ribu Jelang Idulfitri

Senin, 23 Februari 2026 - 06:00 WIB

Dana Desa Tanjabtim 2026 Anjlok 63 Persen, Pembangunan Desa Tertekan

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:00 WIB

Musrenbang Mendahara Memanas, Lima Kades Walk Out Tuntut Keadilan Pembangunan

Berita Terbaru

Kesehatan

5 Buah Penurun Asam Urat Tinggi yang Mudah Dikonsumsi

Sabtu, 21 Mar 2026 - 13:00 WIB

Bisnis

Harga Emas Antam 21 Maret 2026 Stabil di Rp2,89 Juta

Sabtu, 21 Mar 2026 - 12:00 WIB

Game

Kode Redeem FC Mobile 21 Maret 2026, Klaim Gems Gratis

Sabtu, 21 Mar 2026 - 10:00 WIB

Bisnis

Link DANA Kaget Lebaran 2026, Cara Klaim Saldo Gratis

Sabtu, 21 Mar 2026 - 09:00 WIB