KLIKINAJA – Peta persaingan hatchback kompak mulai berubah arah. Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, AION, memperkenalkan AION UT sebagai model urban yang di siapkan untuk pasar global. Mobil ini di posisikan sebagai penantang serius bagi hatchback populer bermesin bensin seperti Toyota Yaris dan Honda City Hatchback RS.
AION UT hadir di tengah meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik di Asia dan Eropa. Momentum elektrifikasi yang semakin kuat membuat segmen hatchback tidak lagi hanya di huni mesin konvensional.
Desain Eropa, Dimensi Lebih Lapang
Secara visual, AION UT mengusung pendekatan modern dengan sentuhan desain ala Eropa. Lampu depan LED ramping, grille tertutup khas mobil listrik, serta garis bodi yang tegas memberi kesan futuristik tanpa terlihat berlebihan.
Dimensinya cukup kompetitif di kelasnya:
Panjang ±4.270 mm
Lebar ±1.850 mm
Tinggi ±1.575 mm
Ukuran tersebut membuatnya sedikit lebih besar di banding Yaris generasi sebelumnya, sekaligus menawarkan ruang kabin yang lebih lega untuk penggunaan harian di perkotaan.
Masuk ke interior, nuansa digital langsung terasa. Layar infotainment model floating berpadu dengan panel instrumen digital penuh. Tata letaknya minimalis, menekankan kesan bersih dan modern yang selama ini identik dengan mobil listrik generasi baru.
Performa Listrik Lebih Bertenaga
AION UT tersedia dalam beberapa pilihan baterai tergantung pasar, yakni 44 kWh untuk varian standar dan 60 kWh pada tipe lebih tinggi. Motor listriknya mampu menghasilkan tenaga hingga sekitar 150 kW atau setara ±200 hp.
Dari sisi jarak tempuh, klaim pabrikan menyebutkan angka 400–500 kilometer berdasarkan standar NEDC. Pengisian cepat DC juga sudah di dukung dengan daya hingga sekitar 80 kW.
Sebagai pembanding, Toyota Yaris umumnya mengusung mesin 1.3L hingga 1.5L dengan tenaga sekitar 100–106 hp. Sementara Honda City Hatchback RS di bekali mesin 1.5L i-VTEC bertenaga sekitar 119 hp. Di atas kertas, akselerasi dan respons instan khas motor listrik memberi AION UT keunggulan dalam hal performa.
Namun, angka NEDC di kenal cenderung optimistis. Dalam penggunaan nyata, jarak tempuh bisa berbeda tergantung gaya berkendara, penggunaan AC, hingga kondisi lalu lintas. Bagi calon pembeli, simulasi kebutuhan harian menjadi langkah penting sebelum memutuskan beralih ke EV.
Harga, Tantangan, dan Peluang di Indonesia
Di sejumlah pasar Asia, AION UT di perkirakan di banderol setara Rp 300–360 jutaan, tergantung regulasi pajak masing-masing negara. Rentang ini bersinggungan langsung dengan harga Yaris dan City Hatchback RS di Indonesia yang berada di kisaran Rp 300–380 jutaan.
Jika masuk dengan strategi harga agresif serta dukungan jaringan purna jual yang solid, AION UT berpeluang mencuri perhatian konsumen urban. Meski begitu, tantangan tetap ada.
Jaringan servis dan suku cadang masih menjadi faktor krusial. Merek Jepang telah lama membangun reputasi kuat di Indonesia, termasuk soal nilai jual kembali. Infrastruktur pengisian daya juga belum merata, walau perkembangannya cukup cepat dalam dua tahun terakhir.
Di sisi lain, biaya operasional mobil listrik relatif lebih rendah di banding kendaraan bensin. Perawatan rutin lebih sederhana karena tidak ada komponen seperti oli mesin atau sistem pembakaran kompleks. Bagi pengguna dengan mobilitas harian stabil dan akses pengisian daya di rumah, potensi penghematan jangka panjang cukup signifikan.
Transformasi menuju elektrifikasi memang tidak terjadi dalam semalam. Namun kehadiran AION UT menunjukkan bahwa segmen hatchback kompak mulai memasuki babak baru. Kini persaingan bukan hanya soal konsumsi BBM, melainkan juga efisiensi energi, teknologi, dan pengalaman berkendara.(Tim)









