Air Sinkhole Situjuah Batua Dipercaya Berkhasiat, MUI Sumbar Beri Peringatan Keras

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA, SUMBAR – Fenomena kemunculan lubang amblas di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, berubah menjadi magnet bagi warga. Bukan hanya untuk melihat dari dekat, banyak pengunjung justru datang dengan membawa botol dan jeriken, berniat mengambil air yang muncul dari dasar lubang tersebut.

Keyakinan bahwa air dari lubang itu mampu memberi manfaat kesehatan menyebar cepat dari mulut ke mulut. Sejumlah warga percaya air tersebut dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit, meski belum ada keterangan medis maupun penelitian ilmiah yang mendukung anggapan tersebut.

Wali Jorong Tepi, Salmi, membenarkan bahwa arus kedatangan pengunjung masih berlangsung hingga kini. Hampir setiap hari, warga dari dalam dan luar daerah berdatangan silih berganti ke lokasi.

Menurut Salmi, pada awal kemunculannya, masyarakat mengambil air langsung dari dalam lubang. “Situasi itu kemudian memunculkan kekhawatiran baru, mengingat kondisi tanah di sekitar sinkhole mulai menunjukkan retakan yang cukup serius,” katanya.

Ia menyebutkan, struktur tanah di sekitar lubang tidak stabil dan berpotensi membahayakan keselamatan warga. Karena itu, pengambilan air secara langsung kini tidak lagi dianjurkan demi menghindari risiko longsor atau amblas susulan.

Baca Juga :  Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Tembus Final Korea Masters 2025 Usai Taklukkan Wakil AS

Keyakinan Warga Disorot, MUI Ingatkan Bahaya Khurafat

Fenomena tersebut mendapat perhatian serius dari Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Sumatera Barat, Buya Gusrizal Gazahar. Ia menilai keyakinan terhadap khasiat air sinkhole tanpa dasar keilmuan merupakan bentuk asumsi yang menyesatkan.

Menurut Buya Gusrizal, mempercayai suatu benda memiliki manfaat medis tanpa penelitian atau kajian dari ahlinya bukanlah sikap yang rasional.

“Pandangan semacam itu, justru membuka ruang bagi kesalahpahaman yang lebih luas di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kecenderungan sebagian warga yang mulai mengaitkan air jernih tersebut dengan unsur gaib. Dalam pandangan Islam, perkara gaib tidak boleh di sandarkan pada dugaan atau perasaan semata, melainkan harus memiliki dasar wahyu yang sahih.

Buya Gusrizal menegaskan, keyakinan terhadap kekuatan gaib suatu benda tanpa landasan syariat masuk dalam wilayah khurafat.

“Jika keyakinan itu berkembang menjadi sandaran harapan, maka dapat menyeret seseorang pada praktik syirik yang di larang keras dalam ajaran Islam,” sebutnya.

Asal-usul Sinkhole Masih Dikaji Tim Geologi

Di sisi lain, penyebab kemunculan lubang amblas tersebut masih dalam tahap pendalaman. Fungsional Penyelidik Bumi Ahli Muda Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Barat, Dian Hadiyansyah, menyampaikan dugaan awal terkait fenomena tersebut.

Baca Juga :  Indonesia Runner-up SEA Games 2025, Target Terlampaui

Ia menjelaskan, kawasan Jorong Tepi berada di wilayah batu gamping atau batu kapur yang di kenal memiliki banyak saluran air di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut memungkinkan terbentuknya sungai bawah tanah yang atapnya bisa runtuh sewaktu-waktu.

“Proses pelarutan batu kapur oleh air dalam jangka panjang dapat menggerus struktur penyangga di bawah tanah. Ketika daya dukungnya melemah, tanah di bagian atas berpotensi amblas, terlebih kawasan tersebut merupakan area persawahan yang tergolong basah,” kata Dian.

Meski indikasinya mengarah ke sinkhole, Dian menegaskan pihaknya belum menyimpulkan secara pasti. “Kajian lanjutan masih di perlukan untuk memastikan jenis dan karakter lubang tersebut, sekaligus menentukan langkah mitigasi yang tepat,” tutupnya.

Fenomena ini pun menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar bersikap lebih bijak. Keselamatan jiwa dan keteguhan akidah perlu berjalan seiring, tanpa di kaburkan oleh keyakinan yang tidak berpijak pada ilmu maupun ajaran agama.(Tim)

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Hujan Masih Aktif di Kerinci dan Sungai Penuh
Soal Pelantikan JPT Pratama Kerinci, Ini Kata Suhatril
Sidang Korupsi PJU Kerinci Bongkar Fee 15 Persen Mengalir ke Sekwan DPRD
Pria 45 Tahun di Kerinci Terseret Arus Sungai Pulau Lebar Saat Memancing
Ratusan Kepala SMA-SMK Jambi Jalani Tes Kejiwaan Februari 2026
Debit Danau Kerinci Menyusut, DPRD Panggil PLTA untuk Klarifikasi
Bupati Kerinci Hadiri Rakornas 2026 di Sentul
Pemkab Merangin Salurkan 1.700 Paket Perlengkapan Sekolah Gratis
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:00 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Masih Aktif di Kerinci dan Sungai Penuh

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:00 WIB

Soal Pelantikan JPT Pratama Kerinci, Ini Kata Suhatril

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:00 WIB

Sidang Korupsi PJU Kerinci Bongkar Fee 15 Persen Mengalir ke Sekwan DPRD

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:00 WIB

Pria 45 Tahun di Kerinci Terseret Arus Sungai Pulau Lebar Saat Memancing

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:00 WIB

Ratusan Kepala SMA-SMK Jambi Jalani Tes Kejiwaan Februari 2026

Berita Terbaru

Bisnis

Daihatsu Resmi Masuk Era Listrik, Cek Harganya

Rabu, 4 Feb 2026 - 16:00 WIB

Pelantikan Pejabat Eselon II Lingkup Pemkab Kerinci beberapa waktu yang lalu. Foto : Istimewa

Daerah

Soal Pelantikan JPT Pratama Kerinci, Ini Kata Suhatril

Rabu, 4 Feb 2026 - 15:00 WIB