KLIKINAJA – Bank Jambi Cabang Sungai Penuh di datangi sejumlah aparatur sipil negara (ASN) pada Senin, 23 Februari 2026. Kedatangan mereka bukan tanpa alasan. Isu dugaan hilangnya dana nasabah yang beredar cepat di media sosial memicu kecemasan, terutama di wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Sejak pagi, aktivitas di kantor cabang terlihat lebih sibuk di banding hari biasa. ASN yang mengenakan pakaian dinas tampak mengantre untuk mendapatkan kepastian terkait saldo rekening masing-masing. Mereka ingin memastikan langsung kondisi simpanan setelah menerima kabar yang simpang siur.
Beberapa ASN mengaku tidak ingin berspekulasi. Mereka memilih mengecek langsung daripada terpengaruh informasi yang belum tentu benar.
Salah seorang ASN yang meminta namanya tidak di publikasikan menuturkan bahwa kedatangan mereka semata-mata untuk memastikan dana tetap aman. Ia menyebut, kabar yang beredar terlalu cepat menyebar dan berpotensi menimbulkan kepanikan bila tidak segera di klarifikasi.
Keresahan muncul setelah beredarnya pesan berantai yang menyebut ada rekening nasabah yang saldonya berkurang secara misterius. Meski belum ada konfirmasi resmi terkait kebenaran informasi tersebut, dampaknya terasa nyata di lapangan.
Pihak Bank Belum Beri Penjelasan Resmi
Hingga laporan ini di susun, manajemen Bank Jambi Cabang Sungai Penuh belum menyampaikan pernyataan terbuka terkait ramainya kunjungan ASN maupun isu yang berkembang. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat memilih bersikap waspada.
Dalam situasi seperti ini, transparansi lembaga keuangan menjadi faktor krusial untuk menjaga kepercayaan publik. Isu mengenai keamanan dana sangat sensitif karena menyangkut stabilitas ekonomi pribadi maupun kepercayaan terhadap sistem perbankan daerah.
Fenomena kepanikan akibat kabar viral bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Penyebaran informasi tanpa verifikasi kerap memicu aksi berbondong-bondong nasabah ke bank, meskipun faktanya belum tentu sesuai dengan narasi yang beredar. Di era digital, arus informasi bergerak jauh lebih cepat di banding proses klarifikasi resmi.
Masyarakat di imbau tetap tenang dan tidak terpancing kabar yang belum terverifikasi. Langkah paling bijak adalah melakukan pengecekan langsung melalui kanal resmi bank atau mendatangi kantor cabang untuk memperoleh penjelasan yang akurat.









