KLIKINAJA – Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh mencatat sebanyak 3.266 pelajar menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat sepanjang 2025. Bantuan tersebut menyasar siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.
Data yang di himpun menunjukkan, 2.347 penerima berasal dari jenjang Sekolah Dasar (SD), sedangkan 919 lainnya merupakan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Seluruh penerima tercatat sebagai bagian dari keluarga yang terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, Bovi Haryanto, mengatakan bantuan ini di arahkan untuk memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap bertahan di bangku sekolah.
“Beasiswa PIP ini memang di prioritaskan bagi siswa dari keluarga penerima PKH. Harapannya, kebutuhan sekolah mereka bisa terpenuhi dan risiko putus sekolah dapat di tekan,” ujar Bovi, Minggu (1/3/2026).
Fokus Tekan Angka Putus Sekolah
Bovi menegaskan, pendidikan dasar dan menengah pertama merupakan fondasi penting bagi masa depan anak. Karena itu, dukungan biaya pendidikan dinilai krusial, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Menurutnya, beasiswa PIP bukan sekadar bantuan tunai, melainkan instrumen perlindungan sosial di sektor pendidikan. Pemerintah ingin memastikan tidak ada anak yang terpaksa berhenti sekolah hanya karena persoalan biaya.
Dinas Pendidikan juga terus memantau proses pencairan agar sesuai aturan dan benar-benar di terima oleh siswa yang berhak. Verifikasi data di lakukan dengan merujuk pada basis data penerima bantuan sosial yang telah di tetapkan pemerintah pusat.
Orang Tua Diminta Gunakan Dana Sesuai Peruntukan
Bovi mengingatkan agar dana yang di.terima di gunakan secara bijak. Ia berharap orang tua memprioritaskan kebutuhan belajar anak.
“Kami mengimbau agar bantuan ini dipakai untuk membeli seragam, buku pelajaran, dan perlengkapan sekolah lain yang memang di butuhkan siswa,” katanya.
Pengawasan penggunaan dana memang menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan keterlibatan sekolah dan orang tua, pemerintah daerah optimistis bantuan tersebut memberi dampak nyata terhadap keberlangsungan pendidikan anak.
Secara nasional, Program Indonesia Pintar merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Bantuan ini menyasar siswa dari keluarga rentan agar tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak.
Di Kota Sungai Penuh, jumlah penerima yang mencapai ribuan siswa menunjukkan masih besarnya kebutuhan dukungan pendidikan bagi keluarga prasejahtera. Dengan distribusi yang tepat sasaran, pemerintah daerah berharap angka partisipasi sekolah tetap stabil dan tidak terjadi lonjakan putus sekolah di tingkat SD maupun SMP.
Upaya menjaga keberlanjutan pendidikan menjadi investasi jangka panjang. Ketika anak-anak dapat menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah dengan baik, peluang mereka untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi dan meningkatkan taraf hidup di masa depan pun semakin terbuka.(Tim)









