KLIKINAJA, JAKARTA – Upaya memperbaiki kualitas pendidikan nasional kembali di genjot pada 2026. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan program beasiswa pendidikan sarjana (S1) bagi 150.000 guru yang selama ini belum memenuhi kualifikasi akademik minimal diploma empat atau strata satu.
Program tersebut di umumkan langsung oleh Abdul Mu’ti saat meresmikan SD Negeri 2 Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Sabtu (3/1). Di hadapan para pendidik dan pemangku kebijakan daerah, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru menjadi fondasi utama pembangunan pendidikan jangka panjang.
Menurut Abdul Mu’ti, beasiswa ini bukan sekadar bantuan biaya kuliah. “Pemerintah ingin memastikan para guru memiliki bekal akademik yang sejalan dengan tuntutan pembelajaran masa kini, terutama bagi pendidik PAUD, SD, dan SMP yang menjadi garda terdepan pembentukan karakter peserta didik,” ujarnya.
Fokus Guru Aktif dan Daerah Kekurangan Tenaga Pendidik
Dari sisi teknis, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan memastikan sasaran program telah di petakan secara rinci. Beasiswa di prioritaskan bagi guru aktif yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), dengan perhatian khusus kepada guru honorer serta mereka yang bertugas di wilayah dengan keterbatasan tenaga pendidik berkualifikasi sarjana.
Skema yang di siapkan tidak hanya mencakup pembiayaan pendidikan. Peserta juga akan mendapatkan pendampingan akademik serta fleksibilitas waktu belajar agar kewajiban mengajar tetap berjalan. Pendekatan ini di rancang untuk mencegah hambatan studi yang kerap di alami guru saat harus membagi waktu antara kampus dan ruang kelas.
Langkah tersebut di nilai realistis, mengingat banyak guru di daerah yang sebelumnya tertahan melanjutkan pendidikan karena kendala biaya dan jam kerja. Dengan pola pendampingan yang lebih adaptif, pemerintah berharap tingkat keberhasilan studi peserta bisa lebih terjaga.
Selaras dengan Arah Kurikulum Nasional
Dukungan juga datang dari Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. Lembaga ini menilai kualifikasi akademik guru berpengaruh langsung terhadap pemahaman kurikulum, asesmen pembelajaran, hingga kemampuan membaca kebutuhan murid secara lebih utuh.
Guru dengan latar pendidikan S1 dianggap lebih siap menerjemahkan capaian pembelajaran ke dalam praktik di kelas. Dampaknya tidak hanya terasa pada peningkatan kompetensi individu guru, tetapi juga pada kualitas proses belajar mengajar secara menyeluruh.
Dengan tambahan 150.000 guru bergelar sarjana, pemerintah optimistis kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah bisa di persempit secara bertahap. Program ini menegaskan bahwa investasi pada guru tetap menjadi kunci dalam membangun pendidikan nasional yang berdaya saing di tahun-tahun mendatang.(Tim)









