BMKG Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 14 – 15 Desember 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sertai angin kencang yang di perkirakan melanda berbagai wilayah Indonesia pada 14–15 Desember 2025. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem tersebut.

Situasi ini berpotensi memicu cuaca ekstrem, terutama di wilayah barat dan tengah Indonesia, serta sebagian kawasan timur.

Dalam keterangannya, BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui kanal resmi, seperti aplikasi InfoBMKG dan akun media sosial @infoBMKG. Langkah ini di nilai penting agar aktivitas harian dapat di rencanakan dengan lebih aman.

Selain hujan berintensitas tinggi, BMKG juga mengingatkan adanya risiko angin kencang yang dapat memicu pohon tumbang, kerusakan bangunan ringan, hingga gangguan transportasi. Warga di imbau menghindari aktivitas di area terbuka saat hujan di sertai petir dan tidak berteduh di bawah pohon atau bangunan yang kondisinya kurang kokoh.

Pengaruh Bibit Siklon Tropis

Salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi cuaca adalah keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia barat Lampung. Sistem ini di perkirakan tidak berdampak langsung, namun mampu meningkatkan suplai uap air yang memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah.

Selain itu, Bibit Siklon Tropis 93S yang terpantau di Samudra Hindia selatan Pulau Sumba turut berkontribusi terhadap pembentukan daerah perlambatan angin atau konvergensi. Kondisi tersebut mendorong pertumbuhan awan hujan secara lebih intens dan meluas.

BMKG menilai kedua sistem tersebut menjadi pemicu utama peningkatan curah hujan dalam periode pertengahan Desember ini.

Dinamika Atmosfer Global dan Regional

Dari sisi global, Dipole Mode Index (DMI) tercatat berada pada angka -0,63. Nilai ini menunjukkan peningkatan potensi pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Indonesia bagian barat, akibat meningkatnya suplai uap air dari Samudra Hindia.

Kondisi ini di perkuat oleh suhu muka laut yang relatif hangat di beberapa perairan strategis, seperti pesisir barat Sumatera, perairan selatan Nusa Tenggara Timur, serta wilayah perairan Papua. Suhu laut yang hangat berperan besar dalam meningkatkan energi pembentukan awan hujan.

Sementara itu, fenomena El Nino–Southern Oscillation (ENSO) dengan indeks Nino 3.4 sebesar -0,45 dan Southern Oscillation Index (SOI) +2,7 di nilai berada dalam kategori netral. BMKG menyebut kondisi ini tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan hujan di wilayah Indonesia bagian timur.

Pada skala regional, aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator turut terdeteksi aktif di sejumlah perairan Indonesia. Kedua gelombang atmosfer tersebut berkontribusi terhadap peningkatan potensi hujan di berbagai daerah.

Daftar Wilayah Berpotensi Cuaca Ekstrem
Minggu, 14 Desember 2025

Hujan sedang–lebat berpotensi terjadi di Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, dan Papua.

Hujan lebat–sangat lebat di prakirakan melanda Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Maluku, dan Papua Selatan.

Angin kencang berpotensi terjadi di Aceh, Banten, dan Jawa Timur.
Senin, 15 Desember 2025

Hujan sedang–lebat berpeluang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Hujan lebat–sangat lebat di prakirakan melanda Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Angin kencang berpotensi terjadi di Aceh dan DKI Jakarta.(Tim)
Baca Juga :  Pemerintah Percepat Respons Banjir Besar di Aceh dan Sumatera

Berita Terkait

Pemerintah Terapkan WFH ASN Usai Lebaran untuk Hemat BBM
58 ASN Dipecat, Pemerintah Perketat Pembersihan KKN di Birokrasi
Jadwal Masuk Kerja PNS 2026 Usai Lebaran dan Skema WFA
Jadwal Masuk Kerja Usai Lebaran 2026, ASN dan Swasta WFA 3 Hari
Menkeu Purbaya Batasi Anggaran K/L, APBN Dijaga Ketat
Harga BBM Belum Naik, Pemerintah Andalkan APBN Tahan Tekanan Global
Idul Fitri 2026 Ditetapkan 21 Maret, Hilal Tak Terlihat
Cari Lokasi Salat Idulfitri 1447 H Kini Lebih Mudah Secara Digital
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 13:00 WIB

Pemerintah Terapkan WFH ASN Usai Lebaran untuk Hemat BBM

Senin, 23 Maret 2026 - 10:00 WIB

Jadwal Masuk Kerja PNS 2026 Usai Lebaran dan Skema WFA

Minggu, 22 Maret 2026 - 20:09 WIB

Jadwal Masuk Kerja Usai Lebaran 2026, ASN dan Swasta WFA 3 Hari

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:00 WIB

Menkeu Purbaya Batasi Anggaran K/L, APBN Dijaga Ketat

Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:37 WIB

Harga BBM Belum Naik, Pemerintah Andalkan APBN Tahan Tekanan Global

Berita Terbaru

Nasional

Pemerintah Terapkan WFH ASN Usai Lebaran untuk Hemat BBM

Senin, 23 Mar 2026 - 13:00 WIB