KLIKINAJA – Pemerintah kembali menggulirkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp600.000 bagi pekerja berpenghasilan rendah pada Februari 2026. Program ini di arahkan untuk menahan tekanan ekonomi awal tahun sekaligus menjaga roda konsumsi rumah tangga tetap berputar.
Skema penyaluran melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang memanfaatkan data kepesertaan dari BPJS Ketenagakerjaan. Basis data tersebut menjadi pintu utama penentuan siapa saja yang berhak menerima bantuan.
Langkah ini bukan hal baru. Pemerintah sejak beberapa tahun terakhir menjadikan BSU sebagai instrumen cepat untuk menjaga daya beli pekerja formal saat kondisi ekonomi bergejolak. Di tengah kenaikan kebutuhan pokok dan biaya hidup, suntikan langsung tunai di nilai lebih terasa dampaknya di banding program jangka panjang.
Jadwal Pencairan Bertahap Mulai Pekan Kedua Februari
Penyaluran dana di rencanakan berlangsung secara bertahap sejak minggu kedua Februari 2026. Bagi pekerja yang memiliki rekening bank aktif, dana akan masuk langsung tanpa perlu pengambilan manual.
Untuk daerah yang akses perbankannya terbatas, pemerintah tetap membuka jalur pencairan melalui kantor pos. Skema ini di pertahankan agar pekerja di wilayah terpencil tidak tertinggal haknya.
Pemerintah meminta masyarakat hanya mengacu pada pengumuman resmi agar terhindar dari informasi palsu yang kerap beredar di media sosial.
Mekanisme Pendaftaran dan Kriteria Penerima BSU 2026
Pekerja yang belum pernah menerima BSU atau merasa datanya belum di perbarui perlu memastikan status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tetap aktif. Data pribadi, termasuk nomor rekening, dapat di perbarui melalui perusahaan atau kanal digital resmi.
Adapun kriteria utama penerima mencakup:
Warga Negara Indonesia dengan NIK valid
Terdaftar aktif di BPJS Ketenagakerjaan
Penghasilan sesuai batas UMP atau UMK daerah
Tidak berstatus sebagai PNS, TNI, maupun Polri
Kebijakan detail dapat menyesuaikan kondisi ekonomi nasional, namun garis besarnya tetap fokus pada pekerja sektor formal berupah rendah.
Program ini sekaligus menjadi alat penyaring agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan skema sosial lainnya.
Cara Cek Status Penerima Secara Online
Untuk memastikan apakah terdaftar sebagai penerima BSU, pekerja dapat mengakses portal resmi Kemnaker atau akun SIAPkerja. Data yang di minta meliputi NIK, nama lengkap, tanggal lahir, serta nama ibu kandung.
Jika lolos verifikasi, sistem akan menampilkan notifikasi status penerima sekaligus informasi tahap pencairan. Proses ini tidak di pungut biaya apa pun.
Di tengah maraknya penipuan digital berkedok bantuan sosial, pemerintah kembali menegaskan bahwa seluruh layanan BSU hanya melalui kanal resmi dan tidak pernah meminta transfer atau biaya administrasi.
Keberlanjutan program BSU di 2026 menunjukkan komitmen negara menjaga stabilitas ekonomi pekerja. Dengan daya beli yang tetap terjaga, konsumsi rumah tangga di harapkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional pada awal tahun.(Tim)









