6 Buah Pengganti Nasi untuk Diet Sehat dan Energi Stabil

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Perubahan pola makan kini semakin populer, terutama di kalangan masyarakat yang ingin menurunkan berat badan atau menjaga kadar gula darah tetap terkendali. Salah satu langkah yang banyak di coba adalah mengurangi konsumsi nasi putih dan mencari sumber karbohidrat alternatif yang lebih kaya nutrisi.

Tak hanya kentang atau gandum, sejumlah buah ternyata bisa di jadikan pengganti nasi. Buah-buahan tertentu mengandung karbohidrat cukup tinggi, di sertai serat, vitamin, dan mineral yang membantu tubuh tetap bertenaga tanpa memicu lonjakan gula darah secara drastis.

Apa Itu Buah Pengganti Nasi?

Istilah buah pengganti nasi merujuk pada jenis buah yang memiliki kandungan karbohidrat relatif besar sehingga mampu menjadi sumber energi utama. Berbeda dari nasi putih yang dominan karbohidrat sederhana, buah-buahan ini umumnya menyediakan karbohidrat kompleks dan serat.

Proses cerna yang lebih lambat membuat energi dilepaskan secara bertahap. Efeknya, rasa kenyang bertahan lebih lama dan kadar gula darah lebih stabil.

Pilihan Buah yang Bisa Jadi Alternatif Nasi

1. Pisang

Pisang di kenal sebagai sumber energi praktis. Dalam setiap 100 gram, buah ini mengandung karbohidrat cukup tinggi serta serat dan kalium. Kandungan tersebut membantu menjaga tekanan darah sekaligus mendukung aktivitas harian, terutama saat di konsumsi pada pagi hari.

Baca Juga :  Durian Tak Picu Kolesterol, Ahli Gizi Ungkap Fakta Sebenarnya

2. Ubi Jalar

Walau kerap di sebut umbi, ubi jalar sering masuk dalam daftar pangan alternatif pengganti nasi. Karbohidrat kompleks dan vitamin A yang di milikinya mendukung kesehatan mata dan daya tahan tubuh. Teksturnya yang padat juga membuat perut terasa lebih kenyang.

3. Nangka

Nangka, baik yang masih muda maupun matang, memiliki serat tinggi dan indeks glikemik relatif rendah. Di banyak daerah, nangka muda diolah menjadi sayur sebagai pendamping lauk, menjadikannya pilihan menarik untuk variasi menu tanpa nasi.

4. Sukun

Sukun sering di anggap sebagai “beras dari pohon” karena kandungan karbohidratnya cukup tinggi. Direbus atau di kukus, sukun bisa menjadi sumber energi yang mengenyangkan tanpa tambahan lemak berlebih.

5. Alpukat

Alpukat berbeda dari buah lain karena kaya lemak sehat dan serat. Kombinasi ini memperlambat proses pencernaan sehingga rasa kenyang lebih lama. Buah ini cocok di padukan dengan protein seperti telur atau ikan.

6. Apel

Apel mengandung serat larut dan antioksidan. Konsumsi apel sebagai bagian dari menu utama dapat membantu mengendalikan nafsu makan sekaligus mendukung kesehatan sel tubuh.

Apa Manfaatnya bagi Tubuh?

Mengganti nasi dengan buah tertentu dapat meningkatkan asupan serat harian. Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan dan membantu mengontrol kadar gula darah.

Baca Juga :  Penyebab Bayi BAB Sedikit-Sedikit: Kenali Faktor Utamanya

Energi yang di hasilkan juga cenderung lebih stabil karena tubuh mencerna karbohidrat kompleks secara perlahan. Bagi mereka yang menjalani diet, kondisi ini membantu menekan keinginan makan berlebihan.

Tren ini juga sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan berbasis pangan utuh (whole food). Banyak ahli gizi menyarankan pengurangan karbohidrat olahan dan memperbanyak sumber serat alami untuk mencegah obesitas serta penyakit metabolik.

Meski begitu, bukan berarti nasi harus di hindari sepenuhnya. Kunci pola makan sehat tetap terletak pada keseimbangan dan variasi. Tubuh membutuhkan kombinasi karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral dalam proporsi yang tepat.

Tips Aman Mengonsumsi Buah Pengganti Nasi

Pengolahan berperan penting dalam menjaga nilai gizi. Merebus, mengukus, atau memanggang menjadi pilihan lebih baik di banding menggoreng.

Perhatikan pula porsi makan. Alpukat, misalnya, mengandung kalori cukup tinggi sehingga perlu di konsumsi secukupnya. Padukan dengan sumber protein dan sayuran agar kebutuhan gizi terpenuhi secara seimbang.

Bagi penderita diabetes atau gangguan metabolik tertentu, perubahan pola makan sebaiknya di konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis.

Mengurangi nasi putih bukan berarti kekurangan tenaga. Dengan pemilihan bahan pangan yang tepat, tubuh tetap mendapat energi optimal sekaligus manfaat kesehatan jangka panjang.(Tim)

Berita Terkait

Pola Puasa Sehat Ramadhan 2026, Ahli Gizi IPB Beberkan Panduannya
4 Gejala Batu Ginjal yang Sering Tak Disadari, Ini Penjelasan Dokter
Puasa bagi Penderita Maag: Panduan Aman Agar Asam Lambung Tetap Terkendali
Buah dan Sayur Terbaik agar Pencernaan Lancar Saat Puasa Ramadan
Air Kelapa untuk Ramadan: 6 Manfaat dan Waktu Terbaik Minum
Tidur Setelah Sahur, Aman atau Berisiko bagi Kesehatan Puasa?
Asam Urat atau Rematik? Begini Cara Mengenalinya
Gatal Tak Kunjung Hilang Bisa Tanda Ginjal Bermasalah, Ini Bedanya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:00 WIB

6 Buah Pengganti Nasi untuk Diet Sehat dan Energi Stabil

Rabu, 25 Februari 2026 - 06:00 WIB

Pola Puasa Sehat Ramadhan 2026, Ahli Gizi IPB Beberkan Panduannya

Selasa, 24 Februari 2026 - 06:00 WIB

4 Gejala Batu Ginjal yang Sering Tak Disadari, Ini Penjelasan Dokter

Minggu, 22 Februari 2026 - 12:00 WIB

Puasa bagi Penderita Maag: Panduan Aman Agar Asam Lambung Tetap Terkendali

Minggu, 22 Februari 2026 - 07:00 WIB

Buah dan Sayur Terbaik agar Pencernaan Lancar Saat Puasa Ramadan

Berita Terbaru

Kesehatan

6 Buah Pengganti Nasi untuk Diet Sehat dan Energi Stabil

Rabu, 25 Feb 2026 - 16:00 WIB

Nasional

Isi BBM Pakai MyPertamina Bisa Dapat Motor? Ini Faktanya!

Rabu, 25 Feb 2026 - 15:00 WIB