KLIKINAJA – Pabrikan otomotif asal Tiongkok, BYD, kembali memperkuat lini kendaraan elektrifikasinya lewat kehadiran BYD Sealion 06 Hybrid. Model terbaru ini di siapkan meluncur pada 2026 dengan pembaruan signifikan, terutama pada jarak tempuh listrik murni yang kini di klaim mencapai 220 kilometer.
Sealion 06 Hybrid mengusung sistem plug-in hybrid (PHEV), memadukan mesin bensin dan motor listrik. Fokus utama pengembangan generasi anyar ini adalah memperluas jarak berkendara tanpa emisi, sekaligus mempertahankan efisiensi bahan bakar untuk perjalanan jarak jauh.
Data dari dokumen regulator menunjukkan SUV ini mampu melaju hingga 220 km dalam mode listrik berdasarkan standar uji CLTC. Angka tersebut menjadikannya salah satu PHEV dengan daya jelajah listrik terpanjang di kelasnya saat ini.
Spesifikasi Teknis dan Efisiensi Energi
Secara teknis, Sealion 06 Hybrid di bangun di atas platform e-Platform 3.0 Evo. Motor listriknya menghasilkan tenaga 175 kW, lebih besar di bandingkan varian sebelumnya
Dalam pengujian resmi, konsumsi bahan bakar gabungan tercatat sekitar 0,63 liter per 100 kilometer. Emisi karbonnya berada di kisaran 14,93 gram per kilometer, angka yang tergolong rendah untuk SUV berbobot hampir dua ton.
Berikut ringkasan datanya:
Model: BYD Sealion 06 DM-i (PHEV)
Tahun rilis: 2026
Motor listrik: 175 kW
Jarak tempuh listrik: ±220 km (CLTC)
Jarak tempuh listrik murni riil: ±143 km
Konsumsi BBM gabungan: 0,63 L/100 km
Emisi CO₂: ±14,93 g/km
Bobot kendaraan: ±1.930 kg
Konsumsi energi kombinasi: ±17,1 kWh/100 km
Fitur opsional: ADAS dengan sensor LiDAR
Perlu di catat, standar CLTC umumnya menghasilkan angka lebih tinggi di banding WLTP atau EPA. Namun demikian, capaian 220 km tetap menunjukkan lompatan signifikan untuk penggunaan harian tanpa perlu sering mengaktifkan mesin bensin.
Strategi Pasar dan Potensi Global
Sealion 06 bukan pemain baru. Di pasar domestik Tiongkok, model ini mencatatkan penjualan lebih dari 100.000 unit hanya dalam tiga bulan pertama sejak di perkenalkan. Capaian tersebut mempertegas posisi BYD sebagai salah satu produsen kendaraan elektrifikasi paling agresif di dunia.
Generasi terbaru ini tampaknya di rancang untuk menjawab kebutuhan konsumen urban yang menginginkan mobil rendah emisi, tetapi belum sepenuhnya siap beralih ke kendaraan listrik murni. Dengan jarak 220 km dalam mode EV, banyak pengguna di perkirakan bisa menjalankan aktivitas harian tanpa mengonsumsi bensin sama sekali.
BYD juga menyematkan opsi sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) berbasis LiDAR. Teknologi ini biasanya hadir di kendaraan premium, sehingga kehadirannya pada Sealion 06 Hybrid memberi nilai tambah dari sisi keselamatan dan kenyamanan.
Tantangan dan Peluang di Pasar Indonesia
Jika melihat tren di Indonesia, segmen hybrid dan plug-in hybrid terus bertumbuh seiring meningkatnya kesadaran terhadap efisiensi energi dan insentif kendaraan elektrifikasi.
Meski belum ada konfirmasi resmi soal peluncuran di Tanah Air, peluangnya terbuka lebar mengingat agresivitas ekspansi BYD dalam dua tahun terakhir.
Dengan spesifikasi tersebut, Sealion 06 Hybrid berpotensi bersaing di kelas SUV menengah premium. Kunci keberhasilannya akan bergantung pada strategi harga, jaringan purna jual, serta dukungan infrastruktur pengisian daya.
SUV ini menjadi sinyal bahwa era kendaraan elektrifikasi tak lagi sekadar alternatif, melainkan arus utama yang semakin matang secara teknologi.(Tim)









