KLIKINAJA – Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD Auto, resmi memperkenalkan SUV listrik terbarunya, BYD Song Ultra EV, pada Februari 2026. Model ini masuk dalam lini Dynasty Series dan di posisikan sebagai SUV listrik menengah yang menyasar konsumen keluarga modern dengan kebutuhan mobilitas jarak jauh.
Kehadiran Song Ultra menjadi bagian dari ekspansi agresif BYD di segmen kendaraan listrik global. Mobil ini menawarkan kombinasi daya jelajah tinggi, performa bertenaga, serta dukungan teknologi bantuan mengemudi generasi baru.
Performa dan Daya Jelajah Jadi Andalan
BYD membekali Song Ultra dengan dua opsi baterai Blade LFP. Varian pertama berkapasitas 75,616 kWh yang di klaim mampu menempuh jarak hingga 620 kilometer berdasarkan standar CLTC. Sementara varian tertinggi membawa baterai 82,732 kWh dengan jarak tempuh maksimal 710 kilometer CLTC.
Jarak tersebut membuatnya kompetitif di kelas SUV listrik menengah, terutama bagi pengguna yang kerap bepergian antarkota tanpa ingin terlalu sering berhenti untuk pengisian daya.
Dari sisi performa, SUV ini mengusung motor listrik tunggal penggerak roda belakang dengan tenaga puncak 270 kW atau setara sekitar 362 hp. Kecepatan maksimalnya diklaim mencapai 210 km per jam, angka yang tergolong impresif untuk kendaraan keluarga bertenaga listrik.
Dimensi Besar, Kabin Lebih Lapang
Song Ultra hadir dengan dimensi panjang 4.850 mm, lebar 1.910 mm, dan tinggi 1.670 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 2.840 mm, memberikan ruang kabin yang lega bagi lima penumpang.
Secara visual, mobil ini mengusung bahasa desain “Dragon Face Aesthetics” khas BYD. Tampilan depan dengan aksen lampu menyerupai kumis naga mempertegas identitas lini Dynasty. Siluetnya di buat aerodinamis dengan garis tegas di bagian samping, memperkuat kesan modern sekaligus futuristis.
Masuk ke dalam kabin, BYD mempertahankan nuansa minimalis dengan layar sentuh besar sebagai pusat kendali. Tata letaknya di rancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang intuitif dan berorientasi pada teknologi.
Fitur Canggih dan Strategi Pasar Global
Song Ultra di sematkan sistem bantuan mengemudi God’s Eye B (DiPilot 300). Sistem ini memanfaatkan kombinasi radar gelombang milimeter, kamera, dan opsi sensor LiDAR untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara.
Mobil ini di proyeksikan meluncur ke pasar pada kuartal ketiga 2026. Di Tiongkok, harga di perkirakan berada di kisaran 200.000 hingga 260.000 yuan, atau sekitar Rp460 juta hingga Rp550 jutaan jika di konversi kasar ke rupiah.
Langkah ini memperlihatkan keseriusan BYD dalam memperluas dominasi di segmen SUV listrik. Song Ultra di gadang-gadang akan menjadi penantang serius model populer seperti Tesla Model Y, terutama dalam hal jarak tempuh dan harga yang lebih kompetitif.
Secara lebih luas, BYD memang tengah berada di fase pertumbuhan signifikan. Beberapa model dalam portofolionya bahkan telah mencatat jarak tempuh lebih dari 1.000 km versi CLTC, termasuk produk dari sub-brand premium mereka. Tren ini memperlihatkan bagaimana pabrikan asal Shenzhen tersebut terus mendorong efisiensi baterai sebagai nilai jual utama.
Jika melihat arah pasar Indonesia dan Asia Tenggara yang mulai agresif membangun ekosistem kendaraan listrik, kehadiran SUV dengan jarak tempuh panjang seperti Song Ultra berpotensi menarik perhatian. Konsumen kini tak lagi sekadar mempertimbangkan harga, tetapi juga efisiensi, daya jelajah, dan fitur keselamatan aktif.(Tim)









