Cara Pemula Raup Penghasilan dari TikTok di Era Digital

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Aplikasi Tiktok

Ilustrasi Aplikasi Tiktok

KLIKINAJA – TikTok tidak lagi sebatas ruang hiburan. Di tengah pesatnya industri konten digital, platform video pendek tersebut justru menjelma menjadi ladang penghasilan yang menjanjikan, termasuk bagi kreator baru yang ingin menjadikan konten sebagai sumber cuan. Dengan jutaan pengguna aktif di Indonesia, peluang untuk memperoleh pendapatan dari TikTok terbuka semakin luas.

Artikel ini merangkum berbagai cara yang terbukti efektif membantu pemula memanfaatkan TikTok sebagai sumber pemasukan sekaligus media untuk membangun karier di dunia digital.

Memulai dari Identitas Akun dan Konten yang Konsisten

Langkah pertama yang menentukan perkembangan akun adalah membangun identitas yang jelas. Pemula bisa memilih niche yang sesuai minat, seperti kuliner, gaya hidup, komedi, edukasi, teknologi, beauty, hingga konten keseharian.

Konsistensi memegang peranan penting. Semakin rutin unggahan dibuat, semakin besar kemungkinan konten memperoleh jangkauan luas dan masuk halaman For You Page (FYP). Pemanfaatan hashtag yang relevan, pemilihan jam unggah yang tepat, serta interaksi aktif dengan pengguna lain akan membantu akun tumbuh lebih cepat.

Ketika jumlah pengikut meningkat, peluang untuk bekerja sama dengan brand mulai terbuka. Endorsement menjadi salah satu sumber pendapatan pertama yang bisa diraih kreator baru.

Live Streaming: Cara Cepat Mengumpulkan Gift Berbayar

Fitur live streaming adalah salah satu metode paling cepat untuk mendapatkan penghasilan dari TikTok. Melalui siaran langsung, penonton dapat mengirimkan gift virtual yang nantinya dapat ditukar menjadi uang.

Pendapatan dari live streaming cukup variatif. Kreator pemula bisa memperoleh mulai sekitar USD 100 per hari, bahkan mencapai USD 1.000 per hari, tergantung tingkat interaksi dan jumlah penonton.

Menariknya, tidak dibutuhkan jumlah pengikut besar untuk mulai melakukan siaran langsung. Banyak kreator yang berhasil mengumpulkan gift hanya dengan menampilkan live sederhana, seperti sesi curhat, hiburan ringan, room ngobrol, hingga berbagi pengalaman sehari-hari.

Membuka Lapak Produk atau Merchandise Sendiri

Saat komunitas mulai terbentuk dan audiens bertambah loyal, menjual produk dapat menjadi sumber pendapatan yang stabil. Kreator bisa menawarkan berbagai jenis produk, seperti:

Kaos, totebag, mug, dan merchandise lainnya

Produk digital, misalnya e-book, preset editing, atau template

Produk fisik yang dijual melalui toko online pribadi

Adanya fitur TikTok Shop membuat proses transaksi jauh lebih praktis. Bahkan bagi mereka yang belum memiliki produk pribadi, peluang tetap terbuka dengan menjadi affiliate atau reseller melalui sistem komisi.

Membawa Traffic TikTok ke Platform Lain

Monetisasi tidak harus berhenti di TikTok. Banyak kreator yang memperbesar penghasilan dengan mengarahkan audiens ke media sosial lain.

Beberapa strategi lintas platform yang umum dilakukan:

Membagikan ulang konten TikTok ke Instagram Reels

Mengunggah versi panjang video ke YouTube untuk memperoleh AdSense

Menautkan link platform lain di bio TikTok

Menggunakan Instagram Stories untuk mempromosikan video terbaru

Dengan memperluas jangkauan di berbagai platform, kreator bisa menciptakan beberapa aliran pendapatan secara bersamaan—mulai dari AdSense, sponsorship, hingga penjualan produk.

Menawarkan Jasa Pengelolaan Konten untuk UMKM atau Brand

Bagi kreator yang lebih menguasai teknik editing, pembuatan konsep, atau memahami cara kerja algoritma TikTok, keahlian tersebut dapat dijadikan jasa profesional.

Beberapa layanan yang banyak dicari meliputi:

Mengelola akun TikTok milik UMKM, selebgram, hingga brand

Membuat konten video pendek sesuai kebutuhan bisnis

Menyusun strategi hashtag dan kalender konten

Menangani kolaborasi antara brand dan kreator

Permintaan jasa manajemen konten terus meningkat seiring banyaknya bisnis yang ingin memanfaatkan TikTok sebagai media pemasaran. Ini menjadi peluang besar bagi kreator pemula yang ingin memperoleh pendapatan tambahan.

Mengatur Pendapatan TikTok Secara Bijak

Seiring bertambahnya penghasilan dari TikTok, penting bagi kreator untuk menerapkan manajemen keuangan yang disiplin. Pendapatan yang mengalir dari live, endorsement, maupun penjualan produk dapat dibagi ke dalam beberapa pos kebutuhan.

Rekomendasi pembagian sederhana yang bisa diterapkan:
50% untuk kebutuhan harian dan biaya produksi konten
30% dialokasikan sebagai tabungan atau dana darurat
20% digunakan untuk investasi jangka panjang

Salah satu instrumen investasi yang praktis untuk kreator pemula adalah emas. Melalui layanan seperti Tabungan Emas Pegadaian, investasi bisa dimulai dari nominal kecil, yaitu setara 0,01 gram emas.

TikTok, Peluang Digital yang Bisa Berubah Menjadi Aset

Perkembangan TikTok yang begitu cepat membuka kesempatan bagi siapa saja untuk berkarya sekaligus menghasilkan pendapatan. Dengan strategi yang tepat, kreativitas yang konsisten, dan pengelolaan keuangan yang cermat, penghasilan dari TikTok bukan sekadar pemasukan tambahan melainkan bisa menjadi aset berharga di masa depan.

Bagi kreator yang ingin mengamankan hasil kerja kerasnya, mengonversi sebagian pendapatan ke bentuk emas bisa menjadi pilihan yang aman dan stabil.(Tim)

Baca Juga :  Operasi Gabungan Samsat dan Satlantas Polres Kerinci, Puluhan Kendaraan Terjaring

Berita Terkait

BSU Rp600 Ribu Februari 2026 Mulai Cair, Ini Panduan Lengkapnya
Perkara Hogi Minaya Dihentikan, Kisah Kejar Jambret Berakhir Lega
Daftar BPJS Kesehatan Kini Bisa Online, Ini Panduan Lengkapnya
Kejagung Amankan Dua Kajari, Dugaan Konflik Kepentingan Menguat
Sejak 2010 hingga 2026, Jejak Waktu Danau-Danau di Indonesia yang Pernah Surut
Langit Suram Sepekan ke Depan? BMKG Prediksi Awan Tebal dan Hujan
Update Nomor WhatsApp Pengaduan IndiHome 2026, Ini Jalurnya
Cuaca Ekstrem, Longsor dan Banjir Meluas di Sejumlah Daerah
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:00 WIB

BSU Rp600 Ribu Februari 2026 Mulai Cair, Ini Panduan Lengkapnya

Minggu, 1 Februari 2026 - 01:00 WIB

Perkara Hogi Minaya Dihentikan, Kisah Kejar Jambret Berakhir Lega

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:00 WIB

Daftar BPJS Kesehatan Kini Bisa Online, Ini Panduan Lengkapnya

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:00 WIB

Kejagung Amankan Dua Kajari, Dugaan Konflik Kepentingan Menguat

Senin, 26 Januari 2026 - 14:00 WIB

Sejak 2010 hingga 2026, Jejak Waktu Danau-Danau di Indonesia yang Pernah Surut

Berita Terbaru

Sungai Penuh

Sekda Alpian Lantik Puluhan Pejabat Pemkot Sungai Penuh

Rabu, 4 Feb 2026 - 12:00 WIB