Uji Coba PLTA Kerinci Bikin Danau Menyusut, Ribuan Warga Kehilangan Nafkah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Permukaan Danau Kerinci terus merosot drastis dalam beberapa pekan terakhir, mengubah kawasan perairan yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga menjadi hamparan lumpur kering. Penyusutan yang terjadi di nilai jauh lebih cepat dari siklus kemarau biasa dan kuat di duga berkaitan dengan uji coba operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci.

Dampaknya merambat langsung ke dapur ribuan keluarga di sekitar danau. Nelayan tradisional kehilangan hasil tangkapan, pencari kerang kesulitan mencari nafkah, sementara sektor wisata nyaris berhenti total.

Di sejumlah titik, perahu-perahu kecil tak lagi bisa merapat ke bibir danau. Alat tangkap yang biasa di pasang di perairan dangkal kini menganggur karena ketinggian air tak mencukupi.

Zul, nelayan asal Pendung Talang Genting, mengatakan penurunan air kali ini memukul lebih keras di banding tahun-tahun sebelumnya.

“Biasanya surut pelan dan kami masih bisa cari ikan. Sekarang cepat sekali, hasil tangkapan hampir habis,” ujarnya.

Jika sebelumnya ia bisa membawa pulang hingga sepuluh kilogram ikan per hari, kini penghasilannya merosot tajam. Banyak nelayan bahkan memilih tidak melaut karena biaya operasional tak sebanding dengan hasil.

Baca Juga :  Debit Air PLTA Kerinci Disorot, Dosen UGM Ungkap Peran Danau Kerinci

Kondisi serupa di alami Ida, pencari kerang yang selama bertahun-tahun bergantung pada dasar Danau Kerinci. Lumpur yang mengeras membuat kerang sulit di temukan, sementara air yang dangkal membatasi ruang kerja.

“Sekarang sering pulang tanpa apa-apa. Kalau dulu selalu ada yang bisa dijual,” katanya.

Pendapatan harian yang biasanya menopang kebutuhan rumah tangga kini menghilang, memaksa sebagian warga mulai berutang demi bertahan hidup.

Kerugian juga di rasakan pengguna alat tangkap tradisional ahan yang biasa di pasang di perairan dangkal. Taufik menyebut penurunan muka air membuat perangkap ikan itu tak lagi berfungsi.

“Airnya terlalu rendah, ahan tidak bisa dipasang sama sekali,” jelasnya.

Ia menyebut banyak warga kehilangan pekerjaan dalam waktu singkat akibat kondisi tersebut.

Efek lanjutan turut menghantam sektor pariwisata Danau Kerinci. Dermaga perahu wisata mengering, perjalanan danau terhenti, dan kunjungan wisatawan menurun tajam. Warung kecil di sekitar kawasan wisata ikut sepi pembeli.

Baca Juga :  Sidang Korupsi PJU Kerinci: JPU Sorot Aliran Fee ke 12 Anggota DPRD, Joni Efendi Terbesar Amrizal Terkecil

Seorang pelaku wisata mengaku omzetnya turun drastis sejak air danau menyusut.

“Biasanya akhir pekan ramai, sekarang perahu tidak jalan dan pengunjung hampir tidak ada,” tuturnya.

Bagi masyarakat setempat, Danau Kerinci bukan sekadar panorama alam, melainkan pusat ekonomi rakyat kecil. Uji coba PLTA yang baru mengaktifkan satu turbin saja sudah memicu dampak luas, menimbulkan kekhawatiran lebih besar ketika pembangkit beroperasi penuh.

Warga mendesak adanya evaluasi cepat dan terbuka dari pemerintah serta pengelola PLTA. Mereka meminta pengaturan debit air yang tidak mengorbankan kehidupan masyarakat sekitar danau.

Tanpa langkah mitigasi, penyusutan air dikhawatirkan memperpanjang krisis ekonomi lokal, memperbesar angka pengangguran, dan memicu kemiskinan baru di wilayah pesisir Danau Kerinci.

Surutnya air danau kini tak hanya mengubah bentang alam, tetapi juga menggerus masa depan ribuan keluarga yang menggantungkan hidup di atasnya.(Tim)

Berita Terkait

Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan
Jadwal Penerbangan Bandara Depati Parbo Kerinci Lebaran 2026, Ada Extra Flight
TPID Kerinci Sidak Harga Pangan di Pasar Jujun, Stok Dipastikan Aman
Layanan Kesehatan Lebaran 2026 di Kerinci Siaga Penuh 24 Jam
Pemkab Kerinci Aktifkan Satgas Sampah Jelang Lebaran 1447 H
Pemudik Diminta Waspada, Ini Jalur Rawan Longsor di Kerinci
DPRD Kerinci, Ingatkan Tarif Parkir di Objektif Wisata Kerinci Harus Sesuai Perda
Mobil Grand Max Masuk Jurang di Jalan Buntu Muara Emat, Diduga Bawa Pasokan MBG
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:00 WIB

Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan

Jumat, 20 Maret 2026 - 08:08 WIB

Jadwal Penerbangan Bandara Depati Parbo Kerinci Lebaran 2026, Ada Extra Flight

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:00 WIB

TPID Kerinci Sidak Harga Pangan di Pasar Jujun, Stok Dipastikan Aman

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:00 WIB

Layanan Kesehatan Lebaran 2026 di Kerinci Siaga Penuh 24 Jam

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:00 WIB

Pemkab Kerinci Aktifkan Satgas Sampah Jelang Lebaran 1447 H

Berita Terbaru

Bisnis

Link DANA Kaget Lebaran 2026, Cara Klaim Saldo Gratis

Sabtu, 21 Mar 2026 - 09:00 WIB

Daerah

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 08:00 WIB

Teknologi

Update Darurat Chrome: Google Tutup Celah Zero-Day Berbahaya

Jumat, 20 Mar 2026 - 17:00 WIB