Dana Desa Tanjabtim 2026 Anjlok 63 Persen, Pembangunan Desa Tertekan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

KLIKINAJA – Gelombang efisiensi anggaran dari pemerintah pusat mulai terasa di tingkat desa. Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) menjadi salah satu daerah yang mengalami penurunan signifikan Dana Desa pada 2026.

Tahun ini, total Dana Desa yang di kucurkan hanya sekitar Rp24 miliar untuk 73 desa. Angka tersebut jauh lebih rendah di bandingkan tahun 2025 yang mencapai kurang lebih Rp68 miliar. Jika di hitung, terjadi penyusutan sekitar 63 persen.

Kepala Bidang Pembangunan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tanjabtim, Rica Saputra, membenarkan kondisi tersebut.

Ia menjelaskan bahwa anggaran yang di terima tahun ini merupakan Dana Desa reguler, setelah sebagian pos sebelumnya di alihkan untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Penurunannya sekitar 63 persen. Dana yang di salurkan tahun ini merupakan Dana Desa reguler karena sebagian sebelumnya di alihkan untuk program KDMP,” ujar Rica.

Besaran yang di terima tiap desa tidak sama. Perhitungannya mempertimbangkan jumlah penduduk dan luas wilayah. Desa-desa dengan akses terbatas seperti Sungai Benuh dan Sungai Ular hanya memperoleh sekitar Rp350 juta tahun ini.

Baca Juga :  Link DANA Kaget 15 Desember 2025 Cair Instan

Nominal tersebut di nilai belum ideal untuk menopang kebutuhan operasional sekaligus pembangunan desa secara menyeluruh.

Program Sosial Terancam, ADD Ikut Menyusut

Pemangkasan Dana Desa bukan sekadar angka di atas kertas. Dampaknya langsung menyentuh program-program prioritas yang selama ini dibiayai dari pos tersebut.

Dana Desa selama ini menopang honor kader Posyandu, tenaga PAUD, Bantuan Langsung Tunai (BLT), program makanan tambahan, hingga penanganan stunting. Dengan pagu yang jauh berkurang, pemerintah desa harus melakukan penyesuaian dan seleksi ketat terhadap program yang dianggap paling mendesak.

“Dengan anggaran yang jauh berkurang, tidak seluruh kebutuhan dapat di penuhi secara optimal,” terang Rica, menegaskan konsekuensi nyata dari kebijakan efisiensi ini.

Tekanan fiskal juga terjadi pada Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD Kabupaten Tanjabtim. Jika sebelumnya mencapai sekitar Rp79 miliar, kini turun menjadi kurang lebih Rp50 miliar.

ADD di prioritaskan untuk membayar gaji perangkat desa dan pegawai syara’. Untuk perangkat desa, kebutuhan anggaran masih mencukupi. Namun jumlah pegawai syara’ berpotensi di kurangi menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Baca Juga :  Bocah SD Tenggelam di Jambi, Jasad Ditemukan di Bawah Jembatan

Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi tata kelola pemerintahan desa. Sejak di berlakukannya kebijakan Dana Desa beberapa tahun terakhir, desa memiliki ruang lebih luas untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, penguatan ekonomi lokal, hingga layanan kesehatan masyarakat. Ketika anggaran menyusut drastis, ruang gerak tersebut ikut menyempit.

Di sisi lain, ketergantungan desa terhadap transfer pusat memang masih tinggi. Struktur Pendapatan Asli Desa (PADes) di banyak wilayah belum cukup kuat untuk menutup kebutuhan operasional dan pembangunan.

Situasi ini menuntut inovasi baru, baik melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kemitraan dengan sektor swasta, maupun penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Pemerintah daerah berharap ada kebijakan lanjutan atau skema alternatif dari pemerintah pusat untuk menjaga kesinambungan pembangunan desa di tengah keterbatasan fiskal. Sementara itu, pemerintah desa di minta tetap menjalankan pelayanan publik secara maksimal dengan pengelolaan anggaran yang lebih efektif dan tepat sasaran.(Tim)

Berita Terkait

DPRD Jambi Dorong Desa Wisata Terintegrasi Pusat Konservasi Gajah Tebo
Bank Jambi Klarifikasi Isu Dana Nasabah Hilang, Gangguan Sistem Sedang Diperbaiki
Viral Tarawih Sumenep, Ribuan Warga Antre Demi Zakat Rp300 Ribu
Bank 9 Jambi Tegaskan Tanggung Jawab atas Dana Nasabah yang Raib
Saldo Nasabah Bank Jambi di Sarolangun Tiba-Tiba Berkurang, Kerugian Capai Puluhan Juta
Rotasi Pegawai RSU MH Thalib Disiapkan, Pemkot Sungai Penuh Benahi Pelayanan
Safari Ramadan 1447 H Dimulai di Pijoan, Al Haris Dorong Silaturahmi dan Penguatan Iman
Pelayanan RSUD MHA Thalib Disorot, Etika Petugas Jadi Sorotan Publik
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 07:00 WIB

DPRD Jambi Dorong Desa Wisata Terintegrasi Pusat Konservasi Gajah Tebo

Senin, 23 Februari 2026 - 06:00 WIB

Dana Desa Tanjabtim 2026 Anjlok 63 Persen, Pembangunan Desa Tertekan

Minggu, 22 Februari 2026 - 21:03 WIB

Bank Jambi Klarifikasi Isu Dana Nasabah Hilang, Gangguan Sistem Sedang Diperbaiki

Minggu, 22 Februari 2026 - 20:00 WIB

Viral Tarawih Sumenep, Ribuan Warga Antre Demi Zakat Rp300 Ribu

Minggu, 22 Februari 2026 - 18:12 WIB

Saldo Nasabah Bank Jambi di Sarolangun Tiba-Tiba Berkurang, Kerugian Capai Puluhan Juta

Berita Terbaru